Mahasiswa Berdemo Minta Bertemu Hasbi Jayabaya, Amir Hamzah Tinggalkan Massa di Pendopo

Doni Serang Hasbi Asyidiki Jayabaya Amir Hamzah Cek Kesehatan Di Rsud Banten 1 2
Doni Serang Hasbi Asyidiki Jayabaya Amir Hamzah Cek Kesehatan Di Rsud Banten 1 2

Peristiwa Dialog yang Tidak Berjalan Sesuai Harapan

Sebuah peristiwa dialog antara para mahasiswa dengan pihak pemerintah Kabupaten Lebak berlangsung di Aula Pendopo Bupati Lebak, Senin (2/3/2026). Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, keadaan tidak berjalan sesuai rencana karena massa aksi tetap bersikeras ingin bertemu langsung dengan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.

Amir Hamzah sempat mencoba untuk merespons aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa. Ia juga berusaha menjelaskan situasi terkini kepada mereka. Namun, penjelasan yang diberikan tidak dianggap sebagai solusi oleh massa aksi. Mereka tetap mempertahankan pendiriannya dan menuntut agar bisa berdialog langsung dengan Bupati Lebak.

Dalam kesempatan itu, Amir Hamzah menyampaikan bahwa Bupati Lebak sudah menunggu para mahasiswa sejak pagi hari. Namun, aksi baru digelar pada sore hari, sehingga Bupati memiliki agenda lain yang harus dipenuhi. Ia menyarankan agar pertemuan dapat dijadwalkan kembali jika memang masih diperlukan.

“Pak Bupati sudah menunggu dari pagi, hanya saja teman-teman datangnya terlambat. Beliau ada agenda lain. Kalau mau, bisa diagendakan kembali,” kata Amir Hamzah di hadapan mahasiswa.

Meski begitu, para mahasiswa tetap bersikeras ingin bertemu dengan Bupati Lebak. Mereka menganggap bahwa tuntutan mereka harus segera dipenuhi. Hal ini membuat suasana menjadi tegang.

Selain Amir Hamzah, Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki juga turut memberikan pemahaman kepada para mahasiswa agar dialog dijadwalkan ulang. Namun, usulan tersebut langsung ditolak oleh massa aksi. Mereka tetap meminta agar bisa bertemu dengan Bupati Lebak tanpa adanya penundaan.

Tidak lama setelah itu, Amir Hamzah meninggalkan lokasi aksi. Ia mengundurkan diri dari pertemuan tersebut sementara Kapolres Lebak terlihat menuju bagian belakang aula. Keputusan ini membuat massa aksi semakin frustrasi.

Hingga saat ini, sebagian besar massa aksi masih bertahan di dalam aula sambil menunggu kedatangan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya. Mereka berharap bahwa pihak pemerintah akan segera merespons tuntutan mereka.

Massa aksi sebelumnya berhasil masuk ke area Pendopo Bupati Lebak setelah melewati pagar pembatas. Akhirnya, gerbang pintu depan dibuka, memungkinkan mereka untuk memasuki ruangan tempat dialog berlangsung.

Situasi yang Menegangkan

Peristiwa ini menunjukkan ketegangan antara pihak pemerintah dan masyarakat, khususnya para mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Meskipun telah dilakukan komunikasi, permintaan untuk bertemu langsung dengan Bupati Lebak tetap tidak terpenuhi. Hal ini memicu ketidakpuasan di kalangan massa aksi.

Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab ketegangan ini, termasuk kurangnya koordinasi antara pihak pemerintah dan masyarakat. Selain itu, mungkin juga ada perbedaan pendapat tentang cara terbaik dalam menyampaikan aspirasi.

Ketegangan ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah dan rakyat. Tanpa komunikasi yang baik, potensi konflik dapat terjadi, terutama ketika aspirasi masyarakat tidak didengar atau dianggap tidak relevan.


Pos terkait