Polda Metro Jaya Himbau Warga Hindari Jalan Trunojoyo
Polda Metro Jaya memberikan imbauan kepada masyarakat di Jakarta dan sekitarnya untuk menghindari Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (Jaksel) mulai siang hari. Imbauan ini dikeluarkan menyusul rencana aksi demo mahasiswa di Mabes Polri pada hari ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Bhudi Hermanto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan 3.093 personel untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi. Namun, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, dia mengimbau agar mencari alternatif lain untuk menghindari Jalan Trunojoyo.
”Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat juga untuk peduli, melihat, apabila di Jalan Trunojoyo, Mabes Polri ini ada kegiatan-kegiatan penyampaian pendapat, mungkin bisa menghindari jalur-jalur kepadatan agar aktivitasnya dapat berjalan dengan baik,” ucap Bhudi kepada awak media.
Sebagaimana diatur dalam undang-undang (UU), kata Bhudi, aksi massa merupakan hak yang harus dijamin dan difasilitasi. Karena itu, Polri dan Polda Metro Jaya memastikan bahwa elemen mahasiswa yang hendak bergerak hari ini akan dilayani dengan sebaik-baiknya.
Namun demikian, Bhudi mengingatkan kembali agar mahasiswa yang melaksanakan aksi berhati-hati terhadap penunggang gelap. Menurut dia, penunggang gelap berpotensi memantik aksi yang semula berlangsung aman menjadi rusuh. Sehingga ujungnya akan mencoreng aksi tersebut.
”Elemen mahasiswa yang akan melaksanakan penyampaian pendapat jangan sampai ditunggangi oleh penunggang-penunggang gelap, gampang terprovokasi, dan dalam menyampaikan aksi ada muatan-muatan pesanan,” kata Bhudi.
Bhudi yakin, mahasiswa sebagai elemen yang terdidik dan berpendidikan dapat menyampaikan aspirasi dengan baik dan tidak akan terprovokasi. Pihaknya juga percaya mahasiswa tidak akan terpengaruh oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin mencorong aksi tersebut.
Aksi Demo Mahasiswa di Mabes Polri
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengumumkan akan melaksanakan aksi demo di Mabes Polri siang ini. Aksi itu dilakukan menyusul tewasnya pelajar MTs bernama Arianto Tawakal di Kota Tual. Korban meninggal dunia setelah kena hantam helm milik personel Brimob.
Seruan aksi telah disampaikan lewat akun Instagram resmi BEM UI pada Kamis, (26/2). Elemen mahasiswa yang bergerak dengan tanda pagar (tagar) #AparatKepar4t itu berencana memulai aksi pada pukul 13.00 WIB. Anggota BEM UI Hafidz Hernanda menyampaikan ada beberapa tuntutan dari mahasiswa.
”Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT (Arianto Tawakal dan segenap aparat pelaku represifitas,” kata dia.
Selain itu, mahasiswa mendesak pencopotan kapolri dan kapolda Maluku. Yakni Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Irjen Dadang Hartanto. Mahasiswa juga meminta agar seluruh tahanan politik yang mereka nilai telah dikriminalisasi untuk dibebaskan dan menuntut penarikan polisi aktif dari jabatan sipil.
”Kami juga menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri,” tegasnya.
Kesiapan Polda Metro Jaya Mengamankan Aksi
Polda Metro Jaya telah menyiapkan sumber daya manusia dan logistik untuk memastikan aksi berjalan lancar dan aman. Dengan jumlah personel yang cukup besar, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keselamatan masyarakat serta para peserta aksi.
Imbauan kepada masyarakat untuk menghindari Jalan Trunojoyo adalah bagian dari langkah pencegahan agar tidak terjadi kemacetan atau gangguan lalu lintas. Hal ini juga dimaksudkan untuk memastikan bahwa aksi demo berjalan dengan damai dan tidak terganggu oleh kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi anjuran dari aparat keamanan. Dengan kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat, diharapkan aksi demo dapat berjalan sesuai harapan tanpa adanya konflik atau kerusuhan.





