Mahasiswa Indonesia di Yordania: Situasi Darurat Akibat Serangan AS-Israel ke Iran

132101519 Capture 40
132101519 Capture 40

Situasi Kekacauan di Timur Tengah Membuat Mahasiswa Indonesia Di Yordania Khawatir

Pekanbaru – Mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani pendidikan di kawasan Timur Tengah menghadapi situasi yang tidak tenang akibat meletusnya konflik di Teluk. Ketegangan antara Iran dengan beberapa negara di kawasan tersebut, termasuk Yordania, semakin meningkat setelah peristiwa terkait Israel dan Amerika Serikat.

Salah satu mahasiswa Indonesia yang tinggal di Yordania adalah Gyfar Abdul Rohman. Ia saat ini sedang menempuh pendidikan S1 tahun ketiga di Universitas of Jordan. Gyfar mengungkapkan bahwa situasi saat ini sangat memprihatinkan, terutama karena adanya konflik antara Iran dan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.

“Situasi sekarang sedang waspada. Konflik antara Iran dan negara-negara Timur Tengah seperti Yordania semakin memburuk,” ujar Gyfar dalam percakapan melalui saluran telepon.

Menurut informasi yang ia dapatkan, rudal dari Iran ditembakkan ke Yordania pada hari sebelumnya, tepatnya pada malam Sabtu setelah sholat Isya. Daerah yang menjadi target rudal tersebut adalah Irbidh.

“Di daerah saya, Alhamdulillah aman. Namun, daerah lainnya sedang dalam kondisi yang sangat berisiko,” tambah Gyfar.

Gyfar tinggal di Amman, yang berjarak sekitar 50 hingga 80 kilometer dari Irbidh. Meskipun jaraknya cukup jauh, ia menyebutkan bahwa banyak mahasiswa Indonesia yang tinggal di Irbidh.

Peringatan Dari KBRI Amman

KBRI Amman telah memberikan himbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sana untuk tetap waspada dan patuh pada aturan pemerintah setempat. Mereka juga diminta untuk membatasi aktivitas mereka mengingat situasi yang sedang memburuk.

  • Mahasiswa Indonesia di Yordania merasa khawatir akan keselamatan mereka.
  • Situasi konflik antara Iran dan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah semakin memburuk.
  • Rudal Iran yang ditembakkan ke Yordania membuat masyarakat setempat dan para mahasiswa merasa tidak aman.
  • KBRI Amman memberikan peringatan agar WNI tetap waspada dan mengikuti aturan pemerintah setempat.
  • Daerah tempat tinggal Gyfar, yaitu Amman, masih relatif aman dibandingkan daerah lain seperti Irbidh.


Pos terkait