Mahasiswa KPM UIN SUNA Lhokseumawe Gelar Pelajaran Kreatif Kolase di TK Seulanga Pidie Jaya

Pembelajaran Kreatif untuk Anak TK Seulanga di Desa Geunteng

Di tengah proses pemulihan pascabencana, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar kegiatan pembelajaran kreatif bersama anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) Seulanga di Desa Geunteng, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas dan motorik halus anak-anak usia dini dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif.

Ketua KPM UIN SUNA Lhokseumawe, Azzam, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa dalam mendukung proses belajar anak-anak di desa tersebut. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan anak usia dini, terutama dalam situasi pemulihan pascabencana,” ujarnya.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan persiapan alat dan bahan sederhana namun menarik. Mahasiswa menyiapkan gambar pola, lem, serta tisu sebagai bahan utama kolase. Tisu dipilih sebagai alternatif pengganti popcorn karena lebih mudah diperoleh, ringan, serta aman digunakan anak-anak. Tisu tersebut kemudian disobek kecil-kecil, dibulatkan, lalu ditempelkan pada pola gambar yang telah disiapkan sebelumnya.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa memberikan penjelasan singkat mengenai tahapan pembuatan kolase. Anak-anak diajak mengikuti langkah-langkah sederhana, mulai dari mengoleskan lem pada gambar hingga menempelkan buliran tisu sesuai bentuk yang tersedia. Meski masih memerlukan pendampingan, anak-anak tampak antusias mencoba setiap tahapan.

“Suasana belajar terlihat hidup sejak awal kegiatan. Meski proses belajar dilakukan di tenda karena ruang kelas sedang direnovasi, anak-anak TK Seulanga tetap menunjukkan semangat tinggi,” ujar salah satu mahasiswa KPM.

Tawa dan suara ceria terdengar ketika mereka berhasil menempelkan tisu pada gambar yang disediakan. Mahasiswa KPM secara bergantian mendampingi anak-anak yang mengalami kesulitan, sekaligus memberikan pujian atas hasil karya mereka. Pendekatan ini membuat anak-anak merasa dihargai dan lebih percaya diri.

Intan Fajarina, mahasiswa yang memimpin sesi ice breaking, mengatakan bahwa kegiatan kolase dipilih karena mudah diterapkan dan memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. “Kolase membantu anak mengenal warna dan bentuk, sekaligus melatih kesabaran dalam menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas. Anak-anak belajar fokus tanpa merasa tertekan karena dikemas dalam suasana bermain,” ujarnya.

Secara pedagogis, kolase memiliki peran penting dalam melatih motorik halus anak. Gerakan mengambil potongan tisu, mengoleskan lem, dan menempelkannya pada gambar melibatkan koordinasi mata dan tangan. Aktivitas ini membantu memperkuat otot-otot kecil pada jari dan pergelangan tangan yang dibutuhkan dalam proses belajar menulis dan menggambar.

Selain itu, kolase juga melatih konsentrasi dan ketelitian. Anak-anak belajar menempelkan bahan sesuai batas gambar, sehingga terbiasa memperhatikan detail dan mengikuti instruksi dengan baik.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Salah seorang guru TK Seulanga, Husna, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa KPM. “Alhamdulillah, dengan kehadiran mahasiswa KPM dari UIN SUNA, bisa membantu kami yang sedang berjuang bangkit pascabencana,” ujarnya.

Guru-guru menilai kegiatan ini memberi warna baru dalam proses pembelajaran serta mampu meningkatkan minat belajar anak. Kehadiran mahasiswa menghadirkan suasana berbeda yang membuat anak-anak semakin bersemangat mengikuti kegiatan.

Mahasiswa KPM berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan anak usia dini di Desa Geunteng. Pembelajaran kolase tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak.


Pos terkait