Mahasiswa Lebak Sindir Bupati Melalui Pamflet: Cari Orang Hilang

1707932732 1
1707932732 1

Demonstrasi Mahasiswa di Lebak, Pamflet “Mencari Bupati” Beredar

Sebuah pamflet yang menyatakan bahwa Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, hilang beredar di kalangan masyarakat. Pamflet tersebut menampilkan informasi tentang seseorang yang dicari dengan nama “Bule”, usia satu tahun, dan jenis kelamin laki-laki. Dalam keterangan, disebutkan bahwa “terakhir terlihat memakai kemeja batik/putih” dan dikaitkan dengan kekecewaan terhadap masyarakat serta mahasiswa karena telah menunggu sejak pukul 08.00.

Pamflet ini juga dilengkapi dengan nomor telepon yang dapat dihubungi jika ada yang menemukan sosok yang dimaksud. Munculnya pamflet tersebut merupakan respons dari aksi demonstrasi ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kabupaten Lebak yang menuntut kehadiran Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.

Salah satu peserta aksi, Idham, mengungkapkan bahwa pamflet tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena Bupati tidak hadir dalam dialog mereka. Ia menilai bahwa selama satu tahun menjabat sebagai Bupati, tidak ada refleksi atau evaluasi terhadap kepemimpinan yang dilakukan.

“Kecewa, karena satu tahun menjabat sebagai Bupati tetapi tidak dijadikan refleksi atau evaluasi,” katanya melalui sambungan telepon, Senin (2/3/2026).

Menurut Idham, massa aksi berharap Bupati dan Wakil Bupati hadir untuk menampung serta mendengarkan aspirasi masyarakat. Namun, ia merasa bahwa Bupati justru terkesan tidak peduli.

Ia menilai bahwa kehadiran Wakil Bupati Lebak saat dialog tidak bisa mewakili Pemerintah Kabupaten Lebak, karena kewenangan pengambilan kebijakan berada di tangan Bupati. “Kami mahasiswa membutuhkan jawaban langsung dari Bupati karena beliau yang memiliki kewenangan penuh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika masyarakat menemukan Hasbi Jayabaya, mereka dapat menghubungi nomor yang tercantum dalam pamflet tersebut.

Diketahui, ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi di Kabupaten Lebak menggelar aksi demonstrasi di depan Pendopo Bupati Lebak, Senin (2/3/2026). Dalam aksi tersebut, mereka mengkritisi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya dan Amir Hamzah. Para mahasiswa juga memberikan rapor merah sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja keduanya.

Kritik terhadap Kepemimpinan Bupati Lebak

Aksi demonstrasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Mereka menilai bahwa selama setahun masa jabatan, tidak ada perubahan signifikan yang terlihat di wilayah tersebut. Bahkan, banyak isu yang dianggap tidak ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

Beberapa point penting yang disampaikan oleh para mahasiswa antara lain:
* Kurangnya transparansi dalam pengelolaan anggaran.
* Tidak adanya kebijakan yang pro terhadap kepentingan masyarakat.
* Permasalahan infrastruktur yang belum terselesaikan.

Selain itu, para mahasiswa juga menyoroti ketidakhadiran Bupati dalam berbagai acara yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat. Hal ini membuat mereka merasa tidak dianggap dan tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat.

Langkah Lanjutan

Meskipun pamflet yang berisi informasi tentang “Bule” masih menjadi bahan perbincangan, para mahasiswa tetap berkomitmen untuk terus melakukan aksi dan penyampaian aspirasi mereka. Mereka berharap agar pemerintah daerah lebih responsif terhadap keluhan masyarakat.

Selain itu, para mahasiswa juga menyarankan agar Bupati dan Wakil Bupati segera bertemu dengan mereka untuk membahas berbagai isu yang mereka angkat. Dengan demikian, harapan mereka adalah terciptanya komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat.

Pos terkait