Mahasiswa Mojokerto Ubah Limbah Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Inovatif Mahasiswa Uny Olah Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi
Inovatif Mahasiswa Uny Olah Limbah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aroma Terapi

Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Di Desa Pungging, Kabupaten Mojokerto, mahasiswa KKN Universitas Uluwiyah Mojokerto memberikan pelatihan kreatif kepada warga setempat. Kegiatan ini berfokus pada pembuatan lilin aromaterapi menggunakan minyak jelantah sebagai bahan baku utama. Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga yang antusias dan ingin memanfaatkan limbah rumah tangga secara lebih bermanfaat.

Inovasi yang Berdampak Ekonomi dan Lingkungan

Pelatihan ini menawarkan solusi inovatif untuk mengurangi sampah minyak jelantah yang sering dibuang begitu saja. Dengan mengubah minyak bekas menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, masyarakat dapat membuka peluang usaha baru. Produk lilin aromaterapi ini tidak hanya memiliki nilai jual yang menarik, tetapi juga ramah lingkungan karena mengurangi pencemaran akibat pembuangan minyak jelantah yang tidak terolah.

Mahasiswa KKN Kelompok 1, M. Rafinda Alfredo (22), menjelaskan bahwa ide ini lahir dari kepedulian terhadap lingkungan. Ia menyatakan, “Kita ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna, ternyata dapat menjadi peluang usaha jika dikelola dengan inovasi.”

Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi

Peserta pelatihan diajarkan seluruh tahapan proses pembuatan lilin aromaterapi. Mulai dari penyaringan minyak jelantah hingga pengemasan produk agar tampil menarik. Proses ini mencakup teknik pencampuran bahan tambahan, pemberian aroma terapi, dan pencetakan lilin. Dengan cara ini, lilin yang dihasilkan memiliki daya tarik visual dan aroma yang menenangkan.

Menurut Rafi, satu liter minyak jelantah bisa menghasilkan sekitar 8-10 lilin aromaterapi. “Prosesnya tidak sulit dan hasilnya cantik, ini bisa menjadi peluang usaha rumahan,” ujarnya.

Mendorong Kemandirian Ekonomi

Selain memberikan dampak lingkungan, pelatihan ini juga bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan memproduksi lilin aromaterapi, warga dapat meningkatkan pendapatan mereka tanpa harus mengandalkan pekerjaan konvensional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Melalui kreativitas dan kolaborasi, limbah rumah tangga yang sebelumnya terabaikan kini berubah menjadi lilin aromaterapi yang bukan hanya harum, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga,” tutur Rafi.

Peran Dosen Pembimbing Lapangan

Dosen Pembimbing Lapangan, Afidatusholikha, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN Uluwiyah Kelompok 1 yang fokus pada pemberdayaan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa konsep ekoteologi digunakan dalam program ini, yaitu menggabungkan nilai-nilai agama tentang pelestarian lingkungan hidup dengan solusi nyata untuk masalah lingkungan.

Afidah berharap, inovasi sederhana ini dapat terus dikembangkan menjadi usaha bersama yang berkelanjutan. “Limbah rumah tangga yang sebelumnya terabaikan kini berubah menjadi lilin aromaterapi yang bukan hanya harum, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga,” tutupnya.


Pos terkait