Mahasiswa Pecahkan Kebuntuan, Wakapolda dan Kapolres Banjarbaru Hadiri Demonstran di Mapolda

Img 20230718 Wa0009 2
Img 20230718 Wa0009 2

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Banjarbaru

Pada Senin (2/3/2026) sore, sejumlah mahasiswa di Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Kalsel di Banjarbaru. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap beberapa kasus yang melibatkan aparat kepolisian, khususnya di wilayah Kalsel.

Aksi tersebut awalnya berlangsung cukup memanas. Mahasiswa mencoba masuk ke dalam markas Polda Kalsel, namun dihalau oleh aparat yang sedang bertugas menjaga. Mereka menuntut agar Kapolda Kalsel dan Kapolresta Banjarbaru menemui mereka di depan Mapolda.

Awalnya, mahasiswa meminta Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Kapolresta Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Acelg Loda untuk hadir dan mendengarkan tuntutan mereka. Meskipun aksi sempat memanas, situasi kembali tenang setelah perwakilan dari Polda Kalsel datang menemui massa.

Meskipun Kapolda tidak bisa hadir karena sedang berada di Jakarta mengikuti Rakor, Wakapolda Kalsel, Brigjen Golkar Pangarso Raharjo turun langsung dari kantor untuk menemui mahasiswa. Ia tidak sendiri, karena bersama dengannya juga hadir Irwasda Polda Kalsel, Karolog Polda Kalsel, Kabid Humas Polda Kalsel hingga Kapolres Banjarbaru.

Sambil menyampaikan tuntutan mereka, mahasiswa duduk bersila di depan gerbang Mapolda Kalsel. Mereka didampingi oleh pejabat Polda yang menemui dan mendengarkan keluhan serta aspirasi dari para peserta aksi.

Di hadapan mahasiswa, Wakapolda menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolda. Ia juga menjelaskan bahwa reformasi polri yang saat ini sedang dilakukan membutuhkan masukan dari masyarakat luas.

Selain itu, Brigjen Pangarso juga menegaskan bahwa Polda Kalsel akan menindak tegas setiap pelanggaran yang melibatkan anggotanya. “Komitmen kami, komitmen pak Kapolda tidak ada toleransi terhadap semua pelanggaran,” katanya di hadapan massa.

Hingga pukul 18.00 Wita, lebih dari dua jam aksi berlangsung, mahasiswa masih belum meninggalkan Mapolda Kalsel. Mereka tetap berada di lokasi untuk menunjukkan sikap dan menuntut adanya perbaikan dari institusi kepolisian.

Tuntutan dan Harapan Mahasiswa

Mahasiswa menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas dari aparat kepolisian. Mereka ingin agar setiap tindakan yang dilakukan oleh polisi dapat dipertanggungjawabkan dan tidak terjadi lagi kasus-kasus yang merugikan masyarakat.

Beberapa hal yang menjadi fokus tuntutan mahasiswa antara lain:

  • Penegakan hukum yang adil dan tidak memihak.
  • Peningkatan kualitas pengawasan internal terhadap anggota polisi.
  • Adanya mekanisme pengaduan yang efektif bagi masyarakat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menekankan pentingnya dialog antara pihak kepolisian dan masyarakat. Mereka berharap agar ke depannya tidak ada lagi konflik yang berujung pada tindakan anarkis atau pemaksaan.

Peran Polda Kalsel

Wakapolda Kalsel menyatakan bahwa Polda Kalsel siap menerima masukan dari masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja aparat kepolisian di wilayah Kalsel.

Selain itu, Wakapolda juga menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan dengan profesional dan sesuai aturan yang berlaku. Ia berharap agar masyarakat dapat lebih percaya pada sistem kepolisian yang selama ini dijalankan.

Kesimpulan

Aksi unjuk rasa mahasiswa di Banjarbaru menjadi bukti bahwa masyarakat semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam mengawasi lembaga negara, termasuk kepolisian. Dengan adanya dialog antara pihak kepolisian dan mahasiswa, diharapkan dapat membuka jalan bagi perbaikan dan peningkatan kualitas layanan kepolisian di Kalsel.

Pos terkait