Mahasiswa Tunisia-Indonesia Gelar Acara Ramadhan dan Buka Puasa di Tunis

D38f2916 71ea 4893 A208 A3ebfee2a044
D38f2916 71ea 4893 A208 A3ebfee2a044

Perayaan Ramadhan di Tunisia: Keharmonisan antara Ilmu dan Persaudaraan

Institut Tinggi Fakultas Ushuluddin Universitas Ez-Zitouna Tunisia menggelar acara Hari Studi Ramadhan yang diisi dengan berbagai kegiatan yang mencerminkan nilai keilmuan, spiritualitas, serta persaudaraan lintas bangsa. Acara ini juga menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan Tunisia.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti oleh sambutan dari para pimpinan kampus dan akademisi. Antara lain Rektor Universitas Ez-Zitouna, Dr Abdul Latif Bouazizi, Dekan Fakultas Ushuluddin Dr Abdul Qadir An-Nafati, serta perwakilan dosen Hadi Tamimy. Mereka menyampaikan pesan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat penting untuk pembentukan karakter dan peningkatan spiritualitas.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang melatih disiplin, kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai positif yang dibangun selama Ramadhan, seperti ketepatan waktu, peningkatan ibadah, berbagi kepada sesama, serta mempererat silaturahmi, menurutnya perlu terus dijaga setelah bulan suci berakhir.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Hari Studi Ramadhan memiliki arti strategis dalam memperkuat relasi sosial dan intelektual antara Indonesia dan Tunisia. “Indonesia dan Tunisia adalah sahabat,” ujarnya. Pertemuan antara civitas akademika Tunisia dan mahasiswa Indonesia ini menjadi wujud nyata persahabatan antarbangsa, tidak hanya pada ranah diplomasi, tetapi juga dalam dimensi budaya dan spiritual.

Rangkaian acara diisi dengan berbagai sesi kajian yang membahas tema fiqh, sirah, dan hadis. Tema-tema ini menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya tidak dipahami sekadar sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Acara semakin semarak dengan penampilan hadrah dari diaspora Indonesia yang membawakan qasidah-qasidah bernuansa religius. Menjelang waktu Maghrib, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan berbuka puasa bersama. Setelah azan berkumandang, peserta melaksanakan salat berjamaah dan iftar kolektif yang mempertemukan mahasiswa, dosen, serta diaspora Indonesia di Tunisia dalam satu suasana persaudaraan.

Hari Studi Ramadhan ini menjadi simbol keharmonisan antara ilmu dan amal, serta antara spiritualitas pribadi dan tanggung jawab sosial. Di tengah dinamika global, kegiatan ini menunjukkan bahwa Ramadhan dapat menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus penguat solidaritas lintas bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Ramadhan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berkembang menjadi energi bersama untuk membangun peradaban yang berlandaskan ilmu, iman, dan persaudaraan, khususnya dalam mempererat hubungan Indonesia dan Tunisia sebagai dua negara sahabat.




Pos terkait