Mahasiswa HIMAKOM UNG Bangun Kemandirian Melalui Berjualan Takjil Ramadan
Bulan suci Ramadan menjadi momen penting bagi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk membangun kemandirian organisasi melalui kegiatan wirausaha. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah membuka lapak takjil berupa es buah prasmanan dengan harga Rp10 ribu per cup. Tujuannya tidak hanya untuk mendukung pembiayaan program kerja, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran organisasi, pengelolaan anggaran, serta penanaman tanggung jawab kolektif di kalangan mahasiswa.
Kegiatan ini dijalankan secara bergilir oleh seluruh bidang dalam organisasi. Setiap hari, dua bidang bertugas berjualan, sehingga semua anggota dapat merasakan prosesnya mulai dari persiapan hingga penjualan. Dengan demikian, seluruh anggota terlibat langsung dalam kegiatan ini dan mengembangkan keterampilan kerja sama tim serta kepemimpinan.
Proses Pelaksanaan Kegiatan
Lapak takjil ini beroperasi empat kali dalam seminggu, yaitu Senin hingga Jumat, sementara Sabtu dan Minggu libur. Waktu operasional dimulai sejak siang hari, dengan persiapan yang dimulai sekitar pukul 10 pagi dan penjualan berlangsung hingga menjelang Magrib.
Menu yang ditawarkan adalah es buah prasmanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat berbuka puasa. Harga yang ditetapkan relatif terjangkau, yakni Rp10 ribu per cup, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan masyarakat sekitar. Seluruh hasil penjualan dialokasikan untuk mendukung program kerja organisasi dan kegiatan sosial, seperti Sahur On The Road.
Program Sosial dan Kepedulian
Selain kegiatan wirausaha, HIMAKOM juga menjalankan program sosial selama Ramadan. Salah satunya adalah kegiatan Sahur On The Road yang dikelola oleh bidang advokasi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan komitmen organisasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Menurut Renaldi H Tabingo, Kepala Bidang II Pengembangan Organisasi HIMAKOM, kegiatan ini murni digagas dan dijalankan oleh mahasiswa tanpa campur tangan pihak luar. “Program kerja ini dibuat murni oleh anak-anak HIMAKOM. Ini bagian dari proses belajar kami sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Manfaat dan Dampak Kegiatan
Kegiatan sederhana seperti berjualan takjil justru menjadi sarana efektif untuk membangun mental mandiri, kerja sama tim, dan kepemimpinan di lingkungan organisasi mahasiswa. Dengan adanya kegiatan ini, anggaran kegiatan tidak dikumpulkan dari mahasiswa, sehingga mereka tidak merasa terbebani.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para mahasiswa terlihat berjualan di depan kampus UNG, tepatnya di pertigaan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Nani Wartabone. Di lokasi tersebut, berdiri sebuah meja sederhana bertuliskan “Lapak Es Prasmanan” yang menjajakan es buah sebagai menu utama berbuka puasa.
Sejumlah mahasiswa perempuan tampak sigap melayani pembeli. Sesekali, mereka terdengar memanggil dan menawarkan dagangan dengan suara lantang untuk menarik perhatian pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Di sekitar lokasi, tidak hanya lapak takjil mahasiswa yang berjejer. Berbagai lapak takjil lainnya turut meramaikan kawasan depan kampus. Setiap Ramadan, area ini memang selalu menjadi pusat penjualan takjil bagi masyarakat.
Menjelang sore hingga waktu berbuka, kawasan tersebut semakin padat oleh warga yang berburu hidangan berbuka. Arus kendaraan melambat, sementara pembeli silih berganti mendatangi lapak-lapak takjil yang berjajar di sepanjang jalan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa.





