Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Saat Sidang Proposal

Aa1xa0ay
Aa1xa0ay



PEKANBARU – Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau memastikan kondisi mahasiswi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum berinisial A, yang mengalami musibah jadi korban pembacokan menjelang pelaksanaan ujian seminar proposal, dalam keadaan stabil dan terus menunjukkan perkembangan positif.

Wakil Rektor III UIN Suska Riau Harris Simaremare menyampaikan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat. Saat ini, yang bersangkutan dalam kondisi sadar dan berangsur membaik.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi saudari kita sudah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Yang bersangkutan dalam keadaan sadar dan secara perlahan mulai menunjukkan perkembangan yang stabil,” ujar Harris, Kamis (26/2/2026).

Terkait agenda seminar proposal yang semula dijadwalkan dalam waktu dekat, pihak universitas dan fakultas menyatakan memberikan empati serta dukungan penuh kepada korban.

Menurut Harris, fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan mahasiswi tersebut, sementara urusan administratif dan akademik akan disesuaikan agar tidak menjadi beban tambahan.

“Pihak universitas dan fakultas memberikan empati dan dukungan penuh. Fokus utama adalah pemulihan kesehatan korban, sedangkan urusan akademik akan kami sesuaikan,” jelasnya.

UIN Suska Riau juga mengimbau seluruh mahasiswa, civitas akademika, serta keluarga besar kampus untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terkait peristiwa tersebut sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

“Kami mengimbau seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian,” tambah Harris.

Selain itu, pihak kampus mengajak seluruh keluarga besar UIN Suska Riau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian di lingkungan kampus, serta mendoakan kesembuhan korban agar dapat segera kembali beraktivitas seperti sediakala.

“Alhamdulillahirobbil’alamin, kondisi yang bersangkutan saat ini sudah stabil. Mari kita doakan bersama agar segera pulih sepenuhnya,” tutupnya.

Tanggung Jawab Kampus dalam Menghadapi Krisis

Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadapi situasi krisis yang menimpa salah satu mahasiswinya. Berikut beberapa langkah yang diambil oleh pihak kampus:

  • Penanganan Medis Cepat dan Tepat

    Korban pembacokan langsung mendapatkan perawatan medis yang optimal. Tim kesehatan rumah sakit tempat korban dirawat bekerja dengan cepat dan efisien untuk memastikan kondisi kesehatannya membaik.

  • Dukungan Emosional dan Psikologis

    Selain perawatan fisik, kampus juga menyediakan bantuan psikologis bagi korban dan keluarganya. Dukungan ini bertujuan untuk membantu korban melewati masa sulit dengan lebih tenang dan percaya diri.

  • Fleksibilitas Akademik

    Urusan akademik seperti seminar proposal dan tugas-tugas lainnya akan disesuaikan dengan kondisi korban. Hal ini dilakukan agar korban tidak merasa tertekan dan bisa fokus pada pemulihan kesehatan.

  • Komunikasi Terbuka dengan Civitas Akademika

    Pihak kampus aktif memberikan informasi terkini tentang kondisi korban melalui media internal. Ini bertujuan untuk menghindari spekulasi dan informasi yang tidak akurat.

Peran Masyarakat Akademika

Selain tanggung jawab dari pihak kampus, peran masyarakat akademika juga sangat penting dalam menghadapi situasi seperti ini. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh civitas akademika:

  • Meningkatkan Kesadaran Keamanan

    Mahasiswa dan dosen diminta untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama di area kampus. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib atau pengelola kampus.

  • Mendukung Secara Moral

    Memberikan dukungan moral melalui doa, pesan, atau tindakan nyata bisa memberikan dampak positif bagi korban. Keberadaan dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting dalam proses pemulihan.

  • Menghindari Penyebaran Informasi Tidak Terverifikasi

    Setiap anggota kampus diharapkan untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hal ini bisa menyebabkan kepanikan dan gangguan psikologis bagi korban dan keluarga.

Harapan untuk Masa Depan

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa keamanan dan kesejahteraan mahasiswa harus menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama antara pihak kampus, mahasiswa, dan masyarakat akademika, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Semoga korban segera pulih sepenuhnya dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Dukungan dan kepedulian dari semua pihak akan menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan.

Pos terkait