Mahmoud Ahmadinejad, Mantan Presiden Iran Dikabarkan Tewas dalam Serangan AS-Israel

851d1630 F0ef 11ee 9c46 151a4c7500cd.jpg 2
851d1630 F0ef 11ee 9c46 151a4c7500cd.jpg 2

Kabar Kematian Mahmoud Ahmadinejad

Kabar duka datang dari dunia internasional, di mana mantan Presiden Iran dua periode, Mahmoud Ahmadinejad (69), dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026) malam. Serangan tersebut menghantam kawasan Narmak, Teheran timur, yang merupakan lokasi kediaman sekaligus kantor pribadi Ahmadinejad.

Media pro-rezim Iran menyebutkan bahwa serangan tersebut menargetkan kediaman Ahmadinejad di Narnak, timur laut Teheran. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Ahmadinejad tewas bersama pengawal-pengawalnya. Sementara itu, laporan internasional seperti Jerusalem Post melaporkan bahwa serangan terjadi pada Sabtu malam, dengan beberapa media dekat dengan Garda Revolusi Iran menyebutkan bahwa tiga pengawal Ahmadinejad tewas dalam serangan tersebut.

Kantor berita keamanan Mashreq News melaporkan bahwa pengawal Mahmoud Ahmadinejad yang tewas adalah Mehdi Mokhtari, Mostafa Azizi, dan Hassan Masjedi. “Mereka tewas dalam serangan yang menargetkan kantor mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad di Teheran timur,” kata laporan itu. Video yang beredar menunjukkan kerusakan di lokasi tersebut, dengan sebuah rudal jatuh di daerah Narmak di sebelah timur Teheran, dekat kediaman Ahmadinejad.

Siapa Mahmoud Ahmadinejad?

Mahmoud Ahmadinejad dikenal sebagai salah satu tokoh paling merakyat dalam sejarah politik Iran. Dia digambarkan sebagai pemimpin dengan gaya hidup sederhana, bahkan pernah diberitakan mengenakan jas yang sobek. Lahir dengan nama Mahmoud Saborjhian pada 28 Oktober 1956 di desa Aradan, dekat Garmsar, Iran, dia adalah anak keempat dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Ahmad Saborjhian, adalah seorang pandai besi.

Ahmadinejad dikenal sebagai tokoh paling vokal dalam menentang Israel dan Barat selama menjabat sebagai Presiden Iran. Ia memimpin Iran selama dua periode, yakni dari 2005 hingga 2013. Sebelum menjabat sebagai presiden, ia pernah menjadi Gubernur Provinsi Ardabil dan Wali Kota Teheran.

Setelah menyelesaikan dua masa kepemimpinannya, ia diangkat oleh Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, menjadi anggota Dewan Penentu Kebijakan. Dewan tersebut merupakan badan penasihat beranggotakan 48 orang yang berada di bawah Kantor Pemimpin Tertinggi Iran.

Rekam Jejak Politik

Sebagai aktivis mahasiswa, Ahmadinejad aktif dalam organisasi dan aksi demonstrasi selama berlangsungnya Revolusi Iran pada 1978-1979. Dia juga bergabung dengan kelompok milisi bentukan Ayatollah Ruhollah Khomeini, Korps Garda Revolusi Islam Iran, dan turut dalam Perang Irak Iran (1980-1988).

Setelah menyelesaikan masa tugasnya di kelompok milisi, pada 1986, Ahmadinejad melanjutkan pendidikan di IUST dan meraih gelar doktor untuk teknik dan perencanaan transportasi. Pada 1989, dia bergabung dengan IUST dan menjadi salah satu pengajar di kampus tersebut.

Ahmadinejad mulai mengabdi di pemerintahan setelah ditunjuk sebagai gubernur di kota Maku dan Khoy, di Provinsi Azerbaijan Barat. Pada 1993, dia dipercaya menjadi penasihat di kementerian kebudayaan dan pendidikan tinggi. Dia kemudian ditunjuk menjadi gubernur untuk Provinsi Ardabil, yang baru dibentuk. Dia menjabat hingga 1997 dan setelahnya kembali menjadi pengajar di IUST.

Karier Politik dan Presiden

Ahmadinejad membantu berdirinya partai Pengembang Islam Iran yang mengedepankan agenda populis dan ingin menyatukan faksi konservatif. Partai itu memenangkan pemilihan dewan kota di Teheran pada Februari 2003. Selanjutnya pada bulan Mei, dewan kota menunjuk Ahmadinejad untuk melayani sebagai wali kota.

Selama menjabat sebagai wali kota Teheran, Ahmadinejad dipuji karena berhasil mengatasi masalah lalu lintas dan menekan harga. Berkat karisma dan keterampilan berpolitiknya, Ahmadinejad dengan cepat meraih banyak dukungan.

Pada 2005, Ahmadinejad mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dengan dukungan penuh dari para pemimpin konservatif. Dia melakukan pendekatan yang merakyat dan berjanji untuk mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan sosial di Iran, serta memberantas korupsi. Ahmadinejad juga menjadi satu-satunya kandidat presiden yang secara terang-terangan menentang peningkatan hubungan Iran dengan Amerika Serikat.

Dia dilantik menjadi presiden pada 3 Agustus 2005 oleh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dengan hasil telak, dia meraih 17 juta suara dari total 27 juta suara.

Serangan AS-Israel ke Iran

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran pada hari Sabtu. Serangan ini memicu ledakan di ibu kota Teheran dan peningkatan ketegangan di seluruh kawasan. Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan video yang mengumumkan operasi tempur AS di Iran, dengan tujuan menghilangkan ancaman yang akan segera terjadi.

Laporan lapangan menunjukkan asap tebal mengepul di atas distrik Pasteur, Teheran, yang merupakan lokasi kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Otoritas Iran pun segera melakukan pengerahan keamanan besar-besaran di ibu kota.

Pihak AS dan Israel menegaskan bahwa operasi ini menargetkan situs-situs militer. Militer Israel juga mengeluarkan peringatan agar warga sipil Iran menjauhi infrastruktur militer demi menghindari korban jiwa. Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan bersama selama berbulan-bulan antara AS dan Israel.

Pos terkait