Maksimalkan Pelatihan Vokasi, Dindik Jatim Gelar Mobile Training Unit dengan 150 Siswa SMK

Whatsapp Image 2025 09 22 At 16.29.48 Dedb4c0a 2
Whatsapp Image 2025 09 22 At 16.29.48 Dedb4c0a 2

Pelatihan Kompetensi Vokasi untuk Siswa SMK dan SMA Double Track

Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) kembali menggelar program Mobile Training Unit (MTU) sebagai pelatihan kompetensi vokasi bagi siswa SMK dan SMA Double Track. Tahun ini, pelaksanaan MTU difokuskan di satu wilayah, yakni Kota Malang dan Kota Batu. Pelatihan berlangsung pada 2–7 Maret 2026, dengan total sasaran 150 siswa.

Pelatihan ini dipusatkan di beberapa sekolah, yaitu SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang. Lima kompetensi keahlian yang diberikan meliputi Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Videografi, Fotografi, serta Programmable Logic Controller (PLC).

Tujuan Pemusatan Pelaksanaan di Satu Wilayah

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pemusatan pelaksanaan di satu wilayah bertujuan agar dampaknya lebih terasa bagi sekolah maupun masyarakat. “Fokus di satu wilayah agar hasilnya lebih maksimal. Kalau dulu lima daerah dengan lima MTU, sekarang satu wilayah tetapi beberapa sekolah. Kehadiran UPT PTKK jadi lebih terasa dengan variasi kompetensi yang diberikan,” ujarnya.

Program ini juga akan diperluas ke SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik standar. Sejumlah sekolah masih kekurangan laboratorium maupun peralatan praktik seperti otomotif, tata boga, dan video-fotografi. “Kita tidak ingin mengirim peralatan besar beserta instruktur selama seminggu tanpa hasil yang linier. Karena itu ada pretest dan post test untuk mengukur capaian siswa,” jelasnya.

Instrumen Evaluasi

Aries menegaskan bahwa pretest dan post test menjadi instrumen evaluasi untuk melihat perkembangan siswa selama enam hari pelatihan. “Jadi ada data evaluasi. Ada pendahuluan sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah dilakukan pelatihan,” tegasnya. Ia juga berharap kompetensi tata boga dapat segera digulirkan dalam program MTU, mengingat tingginya kebutuhan pasar kuliner.

Menurutnya, siswa akan lebih antusias jika mendapatkan interaksi langsung dalam pelatihan praktik tata boga. Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari pengabdian di bulan Ramadan melalui transfer ilmu yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang.

Layanan Pelatihan Keliling

Sementara itu, Kepala UPT PTKK, Endang Wanarsih, menjelaskan bahwa MTU merupakan layanan pelatihan keliling yang membawa peralatan praktik langsung ke sekolah, sehingga siswa dapat merasakan pengalaman belajar berbasis praktik nyata. “Kegiatan ini meningkatkan akses pembelajaran keterampilan bagi siswa. Dengan sarana yang dibawa MTU, siswa bisa belajar langsung menggunakan peralatan sesuai standar industri,” ujarnya.

Setiap kompetensi diikuti sekitar 30 siswa, sehingga total peserta mencapai 150 orang. Dalam satu kegiatan, satu kompetensi dapat diikuti siswa dari hingga empat sekolah. Narasumber berasal dari guru sekolah serta praktisi atau instruktur profesional.

[PIC-0]

Pelatihan Berlangsung Enam Hari

Instruktur praktisi Teknik Sepeda Motor (TSM), Widianto, menjelaskan materi yang diberikan masih pada level dasar, meliputi pengenalan mesin, sistem kelistrikan, rangka, serta penggunaan alat ukur yang lazim digunakan di bengkel. “Targetnya siswa mampu melakukan servis ringan. Materinya selaras dengan yang ada di sekolah, tapi kita perdalam lagi sesuai standar terkini,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung selama enam hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan kombinasi teori dan praktik. Peralatan yang digunakan merupakan kolaborasi antara fasilitas sekolah dan unit MTU. Dengan program ini, siswa diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Pos terkait