Fenomena Gerhana Bulan Total Malam Ini
Malam ini, Selasa (3/3/2026), akan terjadi fenomena langka yang dikenal sebagai gerhana bulan total atau blood moon. Fenomena ini akan dapat disaksikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Kepulauan Maluku dan Papua, yang memiliki posisi yang ideal untuk mengamati seluruh fase gerhana secara lengkap.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis jadwal lengkap dari peristiwa ini. Berikut adalah tahapan utama dari gerhana bulan total:
- 17.45 WIB: Bulan terbit di ufuk timur dalam kondisi sudah memasuki gerhana sebagian.
- 18.04 WIB: Mulai gerhana total, piringan Bulan berubah merah seluruhnya.
- 18.34 WIB: Puncak gerhana, warna merah tampak paling pekat dan gelap.
- 19.02 WIB: Akhir gerhana total, warna merah mulai memudar dan kembali ke fase sebagian.
- 20.17 WIB: Gerhana kasat mata berakhir.
Secara keseluruhan, durasi gerhana mencapai 3 jam 27 menit. Sementara itu, durasi totalitas atau fase ketika Bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi berkisar antara 16 menit di wilayah paling barat Indonesia hingga 58 menit di wilayah paling timur.
Mengapa Bulan Tampak Merah?
Gerhana bulan total disebut blood moon karena saat fase totalitas, Bulan akan tampak berwarna merah gelap. Hal ini terjadi ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi (umbra). Saat itu, hanya cahaya merah yang berhasil melewati atmosfer Bumi dan mencapai permukaan Bulan. Proses ini disebut hamburan Rayleigh, di mana cahaya biru lebih banyak terhambur, sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih besar tetap terbawa melalui atmosfer.
BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Cahaya Matahari yang seharusnya langsung menerangi Bulan terhalang oleh Bumi, sehingga hanya sedikit cahaya yang mencapai Bulan.
Jadwal Salat Gerhana Bulan
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis waktu salat gerhana bulan. Peristiwa ini menjadi momen istimewa bagi umat Islam, karena selain dapat diamati secara langsung, mereka juga dianjurkan untuk melaksanakan salat khusuf atau salat gerhana bulan.
Salat gerhana bulan hanya dilaksanakan apabila gerhana terlihat secara kasat mata, yakni ketika proses redup dan gelapnya Bulan dapat disaksikan dengan jelas. LF PBNU memberikan rincian waktu pelaksanaan salat berdasarkan zona waktu di Indonesia:
- Waktu Indonesia Barat (WIB): Sejak magrib hingga 20:17 WIB
- Waktu Indonesia Tengah (WITA): Sejak magrib hingga 21:17 WITA
- Waktu Indonesia Timur (WIT): Pukul 18:50 hingga 22:17 WIT
Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana bulan secara berjamaah di masjid atau musala, disertai dengan khutbah dan doa. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri, terutama di bulan suci Ramadan.
Kesempatan Langka untuk Menyaksikan Fenomena Alam
Gerhana bulan total merupakan fenomena alam yang jarang terjadi dan menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara manusia dengan alam. Masyarakat diimbau untuk menyaksikannya dengan cara yang aman dan sesuai dengan anjuran ilmu pengetahuan serta agama.





