Kakang Rudianto Jadi Sorotan dalam Laga Persib vs Persebaya
Nama Kakang Rudianto menjadi sorotan utama dalam laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Meski pertandingan berakhir dengan skor 2-2, perannya dalam duel ini sangat menonjol, terutama lewat gol yang dianulir oleh VAR dan situasi ketegangan pada masa tambahan waktu.
Pertandingan ini berlangsung sangat sengit sejak awal. Persebaya unggul lebih dulu lewat penalti Bruno Moreira pada menit ke-44 setelah tinjauan VAR atas insiden sebelumnya. Namun, Persib langsung merespons dengan cepat di babak kedua. Pergantian pemain dilakukan, termasuk memasukkan Andrew Jung, Beckham Putra Nugraha, serta Adam Alis. Hasilnya tidak lama kemudian, Guaycochea mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-51.
Di menit ke-72, kerja sama antara Beckham dan Berguinho menghasilkan umpan tarik yang diselesaikan oleh Andrew Jung, membuat Persib unggul 2-1. Namun, Persebaya tidak menyerah. Francisco Rivera menyambar umpan mendatar Toni Firmansyah pada menit ke-83 dan mengubah skor kembali imbang 2-2.
Selama pertandingan, terjadi beberapa kartu kuning, termasuk untuk Guaycochea dan Adam Alis di babak kedua. Intensitas tinggi membuat wasit harus sering mengambil keputusan tegas. Di babak pertama, pelatih Persib Bojan Hodak juga menerima kartu kuning dari wasit Eko Saputro pada menit ke-21. Keputusan itu memicu reaksi dari bangku cadangan tim tamu.

Ketegangan di Masa Tambahan Waktu
Ketegangan semakin memuncak di masa tambahan waktu. Pelatih Persebaya Bernardo Tavares dinilai mengulur waktu, yang membuat Kakang Rudianto terpancing reaksi. Situasi ini menunjukkan betapa tingginya tensi duel di menit-menit akhir.
Selama pertandingan, Kakang juga menunjukkan disiplin dalam menjaga area pertahanan. Beberapa ancaman, termasuk tekanan udara dan umpan-umpan silang, berhasil diredam berkat koordinasi lini belakang. Keberaniannya membaca arah bola membuat serangan Persebaya tak selalu leluasa berkembang. Ia tetap fokus meski atmosfer stadion dipenuhi tekanan dan kebisingan.
Bagi Kakang, pertandingan ini bukan sekadar soal hasil akhir. Ada momen gol yang dianulir, ada ketegangan di injury time, dan ada tuntutan menjaga konsentrasi di tengah drama yang silih berganti. Kontribusinya menjadi bagian penting dari cerita besar laga ini, terutama karena duel berakhir tanpa pemenang setelah kedua tim berbagi angka 2-2.

Klasemen Masih Dipimpin oleh Persib
Hasil imbang ini membuat Persib mengumpulkan 54 poin dari 23 pertandingan dan tetap berada di puncak klasemen sementara Super League 2025/26. Mereka masih unggul empat angka atas Persija Jakarta di posisi kedua. Di tengah ketatnya persaingan papan atas, satu poin dari Surabaya tetap berarti.
Bojan Hodak, pelatih Persib, tetap menghadiri konferensi pers setelah laga usai. Namun ia memilih tidak membahas detail teknis pertandingan. Ia menegaskan sikapnya terhadap awak media. “Saya katakan begini, saya selalu menghormati media dan menghargai pekerjaan kalian,” kata Hodak.
Ia juga menjelaskan alasannya enggan berbicara mengenai kepemimpinan wasit. “Namun, saya tidak bisa berbicara mengenai wasit hari ini. Jika saya tidak bicara soal wasit, maka tidak ada hal lain yang bisa dibicarakan dari pertandingan tadi. Karena itu, lebih baik saya tidak memberikan pernyataan apa pun agar tidak terkena sanksi,” ucapnya.
Malam itu menjadi panggung penuh emosi bagi Kakang Rudianto. Dari gol yang dianulir hingga ketegangan di injury time, semua momen tersebut akan sulit dilupakan.





