Manajer PLN UPP Nusra 3: Film Matahari dalam Tanah Perluas Perspektif

Img 20240306 Wa0134 1
Img 20240306 Wa0134 1

Peluncuran Film Dokumenter Matahari dalam Tanah di Kupang

Pada hari Minggu (1/3/2026), sebuah film dokumenter berjudul “Matahari dalam Tanah” diluncurkan di Hotel Aston Kupang. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan potensi sumber daya alam yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya energi panas bumi.

Manager PLN UPP Nusra 3, Agung Triwibowo, mengatakan bahwa NTT memiliki sumber daya alam yang sangat besar, termasuk potensi panas bumi. Jika dikelola dengan baik, sumber daya ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Agung menyampaikan bahwa selama ini banyak orang belum memahami secara penuh tentang pembangunan geothermal. Hal ini menimbulkan ketidaktahuan dan kesalahpahaman. Namun, ia berharap film dokumenter ini dapat membuka wawasan baru bagi publik.

Potensi Energi Panas Bumi di NTT

Menurut Agung, keberadaan energi panas bumi di NTT memiliki dampak positif yang besar bagi masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai edukator yang menjelaskan potensi dan manfaat dari pengembangan geothermal.

Selain itu, Agung menyebutkan bahwa pembangunan geothermal tidak bisa dilakukan tanpa peran para ahli. Diperlukan teknologi terbaru dan tenaga profesional yang memahami bidangnya. Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan selama proses pembangunan.

Pentingnya Kolaborasi dan Teknologi

Agung menekankan bahwa setiap pembangunan pasti meninggalkan dampak tertentu. Namun, PLN berkomitmen untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi. Ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung menolak pembangunan geothermal tanpa memahami informasi yang lengkap.

Ia menyarankan masyarakat untuk membandingkan pembangunan geothermal di NTT dengan daerah lain yang sudah lebih dulu mengembangkan energi panas bumi. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat dampak nyata dari proyek tersebut.

Membuka Ruang Dialog

Agung juga menegaskan bahwa PLN siap membuka ruang dialog dengan masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk bertanya dan mencari informasi lebih lanjut jika masih merasa kurang jelas.

“Jangan langsung menolak, kurang jelas silahkan ditanya. Kami siap memberikan jawaban,” ujarnya.

Dalam acara peluncuran film ini, hadir pula beberapa tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan yang turut mendukung pengembangan energi panas bumi di NTT. Mereka berharap film ini menjadi awal dari perubahan positif dalam pemahaman masyarakat terhadap sumber daya alam yang ada.

Kesimpulan

Film dokumenter “Matahari dalam Tanah” tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan potensi energi panas bumi di NTT. Dengan kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan masyarakat, pembangunan geothermal dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan manfaat yang maksimal.




Pos terkait