Mantan Panglima ABRI Surabaya, Try Sutrisno, Meninggal Dunia

Try Sutrisno 169
Try Sutrisno 169

Sejarah dan Kontribusi Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, yang dikenal sebagai figur militer dan politik yang memiliki peran signifikan. Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, perjalanan kariernya mencakup berbagai jabatan tinggi di TNI, mulai dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) hingga Panglima ABRI.

Kariernya di dunia militer memperkuat posisinya sebagai sosok yang dihormati, tidak hanya oleh rekan-rekan sesama militer tetapi juga oleh masyarakat luas. Puncak karier politiknya tercapai saat ia menjabat sebagai Wakil Presiden RI ke-6, mendampingi Presiden Soeharto selama periode 1993–1998.

Kabar Duka Membawa Kesedihan

Pada Senin, 2 Maret 2026, kabar duka menyelimuti tanah air. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada pukul 06.58 WIB. Ia mengembuskan napas terakhirnya di usia 90 tahun. Kabar ini telah dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya.

Try Sutrisno, yang dikenal sebagai tokoh militer dan negarawan, meninggalkan jejak yang kuat dalam sejarah bangsa. Ia dikenang sebagai sosok yang tegas namun tetap dekat dengan rakyat, serta memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa dan negara.

Kehidupan Pribadi dan Keluarga

Dalam kehidupan pribadinya, Try Sutrisno menikah dengan Tuti Sutiawati. Dedikasinya di dunia militer juga diwarisi oleh putranya, yaitu Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang kini menjabat sebagai perwira tinggi TNI.

Karier Militer yang Mengagumkan

Sebelum masuk ke dunia politik, Try Sutrisno membangun karier dari bawah hingga mencapai puncak tertinggi di TNI. Ia pernah menjabat sebagai KSAD pada periode 1986–1988. Kepercayaan negara terhadap dirinya semakin besar ketika ia ditunjuk menjadi Panglima ABRI (sekarang TNI) pada tahun 1988 hingga 1993.

Selain itu, kontribusi Try Sutrisno juga merambah ke dunia olahraga. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBSI selama dua periode, yakni dari tahun 1985 hingga 1993.

Peran Politik dan Jabatan Wakil Presiden

Puncak pengabdian Try Sutrisno di ranah politik nasional tercapai saat ia terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6. Menjabat sejak 11 Maret 1993 hingga 11 Maret 1998, ia setia mendampingi Presiden Soeharto. Dalam sejarah kepemimpinan nasional, Try Sutrisno hadir menggantikan Soedharmono dan kemudian posisinya diteruskan oleh B.J. Habibie.

Dalam hal afiliasi politik, Try Sutrisno sempat bernaung di bawah bendera Golkar (1993–1999) sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).

Masa Purnatugas dan Pengabdian Tak Pernah Berhenti

Setelah purnatugas dari jabatan Wakil Presiden, dedikasi Try Sutrisno terhadap bangsa tidak pernah surut. Ia tetap aktif berkontribusi dalam berbagai forum purnawirawan TNI, memberikan pemikiran-pemikirannya bagi kemajuan institusi militer dan negara.

Hingga masa tuanya, Try Sutrisno masih sesekali muncul dalam acara-acara kenegaraan penting, termasuk pada peringatan HUT TNI, sebagai bentuk penghormatannya terhadap institusi yang telah membesarkan namanya.

Riwayat Jabatan Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

  • MILITER:
  • KSAD (1986–1988)
  • Panglima ABRI (1988–1993)

  • POLITIK:

  • Wakil Presiden RI ke-6 (1993–1998)
  • Pendahulu: Soedharmono
  • Pengganti: B.J. Habibie

  • ORGANISASI:

  • Ketua Umum PBSI (1985–1993)


Pos terkait