Danilo D’Ambrosio, mantan pemain Inter Milan, mengungkapkan pengalaman menegangkan yang dialaminya saat terjebak di Uni Emirat Arab (UEA) akibat serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Peristiwa ini terjadi ketika D’Ambrosio sedang berada di Dubai, UEA, dalam kunjungan ke rumah seorang temannya. Namun, situasi tiba-tiba berubah menjadi sangat mengerikan setelah Iran merespons serangan gabungan AS-Israel pada hari Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut memicu reaksi cepat dari Iran, yang menargetkan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Salah satunya adalah pangkalan militer yang berada di UEA. Akibatnya, sistem pertahanan udara UEA bekerja keras untuk mencegat rudal yang dikirim oleh Iran.
Dalam insiden ini, lebih dari 200 orang dilaporkan tewas dan 700 lainnya luka-luka. Bahkan, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
Meski tidak menjadi korban langsung, D’Ambrosio mengaku terdampak secara langsung dari peristiwa ini. Ia berhasil melindungi diri dengan bersembunyi di ruang bawah tanah rumah temannya.
Menurut laporan yang diperoleh dari Sky Italia, D’Ambrosio menjelaskan situasi kekacauan yang ia alami selama beberapa jam terakhir. Ia menyebutkan bahwa ponsel mereka menerima banyak peringatan, dan mereka harus segera berpindah ke tempat yang lebih aman.
“Kami menerima banyak peringatan di ponsel kami, dan saat ini kami berada di rumah seorang teman,” ujar D’Ambrosio.
Ia juga mengungkapkan bahwa tiga drone meledak di dekat tempat tinggalnya. “Kami mengambil apa saja yang kami butuhkan setelah disarankan untuk pindah dari suatu fasilitas.”
Sementara itu, situasi di area tersebut sempat relatif tenang, tetapi kemudian muncul kekhawatiran. “Dari yang saya pahami, bandara telah ditutup,” tambahnya.
Meski tidak ada kepanikan lokal, D’Ambrosio mengakui bahwa situasi ini sangat mengkhawatirkan bagi mereka yang tidak terbiasa menghadapi ancaman semacam ini.
Pria asal Italia ini saat ini masih mengikuti instruksi keamanan dengan pindah ke area yang lebih aman. Sayangnya, ia masih terjebak di UEA karena akses bandara ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Selain itu, pengaktifan sistem peringatan juga memaksa banyak orang untuk mencari tempat berlindung sementara. Otoritas UEA melaporkan adanya korban di Abu Dhabi setelah rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara negara tersebut.
Dengan situasi yang terus berubah, D’Ambrosio berharap bisa segera meninggalkan UEA dan kembali ke tempat yang lebih aman. Pengalaman ini menjadi pengingat penting tentang bagaimana konflik antarnegara dapat berdampak langsung pada warga sipil, bahkan di wilayah yang sebelumnya dianggap aman.





