Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas Dihancurkan Israel

Aa1xjazh 1
Aa1xjazh 1

Mantan Presiden Iran Tewas dalam Serangan Israel dan AS

Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel dan Amerika Serikat di wilayah Narnak, timur laut Teheran. Informasi ini disampaikan oleh media Israel pada hari Ahad, 1 Maret 2026. Serangan tersebut menargetkan kediaman Ahmadinejad dan mengakibatkan kematian dirinya serta beberapa pengawalnya. Laporan dari media Iran menyebutkan bahwa serangan terjadi pada malam Sabtu, meskipun waktu pasti masih dalam penyelidikan.

Media Israel melaporkan bahwa pembunuhan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan yang ditujukan kepada tokoh-tokoh senior Iran. Sebelumnya, ada laporan tentang kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, yang juga tewas akibat serangan serupa beberapa jam sebelumnya.

Ahmadinejad menjabat sebagai presiden Iran selama periode 2005 hingga 2013. Ia dikenal dengan retorika politiknya yang keras dan sikap konfrontatif terhadap Barat. Selama masa kepemimpinannya, ia menjadi pusat perhatian internasional karena kebijakan terkait program nuklir Iran. Pada masa pemerintahannya, terjadi kontroversi besar terkait hasil pemilu 2009 yang memicu protes massal di seluruh negeri.

Sebelum menjadi presiden, Ahmadinejad pernah menjabat sebagai gubernur Provinsi Ardabil dan walikota Teheran. Setelah menyelesaikan dua periode jabatan, ia diangkat oleh Ayatollah Ali Khamenei ke dalam Dewan Penentu Kebijakan, sebuah dewan penasihat yang terdiri dari 48 anggota yang bertugas memberikan saran kepada Kantor Pemimpin Tertinggi.

Peran Politik dan Kontroversi

Selama masa kepemimpinannya, Ahmadinejad sering kali menjadi sorotan karena pendiriannya yang tegas terhadap negara-negara Barat. Ia juga terlibat dalam berbagai isu global, termasuk konflik di Timur Tengah dan hubungan dengan negara-negara lain. Meski begitu, ia juga mendapat dukungan dari kalangan tertentu di dalam negeri yang menghargai pendekatannya yang pro-kekuatan nasional.

Pemilihan umum 2009 menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah Iran. Hasil pemilu yang dinyatakan sebagai kemenangan bagi Ahmadinejad memicu protes besar-besaran, yang dikenal sebagai “Protes Bunga” atau “Revolution of the Green”. Demonstrasi ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap sistem politik dan kebijakan pemerintah saat itu.

Hubungan dengan Pemimpin Tertinggi

Setelah masa jabatannya sebagai presiden berakhir, Ahmadinejad tetap memiliki peran penting dalam politik Iran. Ia diangkat ke dalam Dewan Penentu Kebijakan oleh Ayatollah Ali Khamenei, yang menunjukkan bahwa ia masih dianggap sebagai tokoh penting dalam lingkaran kekuasaan. Namun, hubungan antara Ahmadinejad dan Khamenei tidak selalu mulus, terutama setelah kebijakan pemerintahan Ahmadinejad dinilai terlalu ekstrem oleh sebagian kalangan.

Kematian Ahmadinejad terjadi hanya beberapa jam setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei, yang menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan adanya rencana strategis yang lebih besar di balik serangan-serangan tersebut. Hal ini memperkuat persepsi bahwa Iran sedang menghadapi tekanan luar yang signifikan, baik secara politik maupun militer.

Pos terkait