Mantan Presiden Iran Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel

P07zm9b7 57
P07zm9b7 57

Kematian Mahmoud Ahmadinejad dalam Serangan Udara di Teheran

Laporan mengenai kematian mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dalam serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) di Teheran menimbulkan kekacauan di kawasan Timur Tengah. Insiden ini terjadi sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran yang disebut sebagai “Operation Epic Fury”. Selain Ahmadinejad, sejumlah pejabat tinggi Iran juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Latar Belakang Operasi Militer

Operasi “Operation Epic Fury” dilakukan oleh pasukan militer AS dan Israel, dengan tujuan menargetkan fasilitas nuklir serta markas militer Iran. Serangan ini terjadi pada malam Sabtu, 28 Februari 2026, dan menimbulkan kerusakan signifikan di kawasan permukiman, termasuk sebuah sekolah setempat yang terkena dampaknya. Korban sipil, termasuk anak-anak, dilaporkan menjadi salah satu akibat dari serangan ini.

Menurut laporan dari Iran Labour News Agency (ILNA), Ahmadinejad tewas dalam serangan tersebut. Ia adalah mantan presiden Iran yang menjabat periode 2005–2013. Selain itu, beberapa pengawal dan ajudannya juga menjadi korban dalam serangan yang sama. ILNA menyebut bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang operasi udara masif yang menargetkan pemimpin senior Iran.

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran

Dalam perkembangan yang sama, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas dalam serangan yang sama. Kematian Khamenei telah dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat Israel dan diberitakan luas oleh media Iran. Selain Khamenei dan Ahmadinejad, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, disebut juga menjadi korban dalam serangan tersebut.

Pihak militer AS melalui United States Central Command (CENTCOM) melaporkan adanya korban di pihak mereka, dengan tiga tentara tewas dan lima lainnya mengalami luka parah. Israel juga mengklaim telah menewaskan puluhan komandan senior Iran dalam waktu singkat.

Lokasi dan Dampak Serangan

Serangan yang menewaskan Ahmadinejad terjadi di kediamannya yang berada di distrik Narnak, timur laut Tehran. Kerusakan yang terjadi mencakup area permukiman yang luas, termasuk infrastruktur publik seperti sekolah. Otoritas Iran menyatakan bahwa proses identifikasi korban serta pengamanan lokasi masih berlangsung hingga 1 Maret 2026.

Peran Politik Mahmoud Ahmadinejad

Sebagai tokoh penting dalam dinamika politik Iran dan Timur Tengah, kematian Ahmadinejad memicu perhatian luas. Sebelum menjabat sebagai presiden, ia pernah menjadi gubernur Provinsi Ardabil serta wali kota Tehran. Karier politiknya yang panjang menjadikannya salah satu tokoh konservatif paling vokal di Iran, terutama dalam isu nuklir dan hubungan dengan Barat.

Setelah menyelesaikan dua masa jabatannya sebagai presiden, Ahmadinejad tetap memiliki pengaruh di lingkaran kekuasaan. Ia ditunjuk oleh Ayatollah Ali Khamenei menjadi anggota Dewan Ajudikasi, sebuah badan penasihat yang memberikan rekomendasi strategis kepada kantor Pemimpin Tertinggi.

Situasi Keamanan di Teheran

Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di Tehran dilaporkan semakin tegang. Komunitas internasional terus memantau perkembangan terbaru, mengingat eskalasi ini berpotensi memicu konflik berskala lebih luas di kawasan Timur Tengah.


Pos terkait