Mas Pram Meresmikan JPO Sarinah yang Lebih Ramah Disabilitas

Aa1xmkte 1
Aa1xmkte 1



JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jakarta Pusat setelah rampung direvitalisasi pada Senin (2/3).

JPO bersejarah ini kini hadir dengan fasilitas yang lebih modern dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Peresmian JPO Sarinah dilakukan setelah sebelumnya dijadwalkan pada akhir Februari, tetapi terlambat dua hari.

“Peresmian mundur dua hari. Pada waktu itu, saya menyampaikan akan diresmikan akhir Februari, tetapi sekarang tanggal 2 Maret baru kita resmikan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Sarinah,” kata Pramono usai meresmikan JPO Sarinah, Jakarta Pusat, Senin.

Menurut Pramono, JPO tersebut merupakan JPO pertama yang dimiliki Jakarta. Dahulu, jembatan itu diresmikan oleh Ali Sadikin pada 21 April 1968. Oleh karena itu, JPO Sarinah merupakan salah satu tempat bersejarah di Jakarta.

Kini, jembatan tersebut direvitalisasi agar lebih ramah terhadap disabilitas. Salah satunya, jembatan itu sudah dilengkapi dengan lift.

“Apakah mau menggunakan lift atau pelican crossing yang tetap kita operasikan. Sehingga dengan demikian, masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus bisa memanfaatkan ini,” jelas Pramono.

Pramono menyebut, nantinya area pedestrian di bawah JPO Sarinah juga akan dilebarkan sebesar 2,6 meter. Sehingga, jalur pejalan kaki akan lebih luas dan nyaman bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan revitalisasi JPO Sarinah dilakukan dengan menggunakan anggaran korporasi dari Transjakarta. Namun, Welfizon mengatakan pembangunan pedestrian di bawah JPO Sarinah masih dalam tahap satu.

Tahap keduanya, lanjut Welfizon, pelebaran pedestrian akan dilakukan oleh MRT pada Mei tahun ini.

“Jadi, pada Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 meter, sehingga nanti akses pedestrian akan menjadi punya ruang yang lebih lega,” kata Welfizon.

Welfizon belum merinci anggaran untuk revitalisasi JPO Sarinah itu.

Fasilitas yang Ditingkatkan

Revitalisasi JPO Sarinah mencakup beberapa peningkatan signifikan, antara lain:

  • Lift – Untuk memudahkan para disabilitas dan pengguna kursi roda dalam menyeberang.
  • Pelican Crossing – Tetap dioperasikan sebagai alternatif bagi pengguna yang lebih suka berjalan kaki.
  • Pejalan Kaki Lebih Luas – Area pedestrian di bawah JPO akan dilebarkan sebesar 2,6 meter, memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Kolaborasi Antar Instansi

Proyek revitalisasi JPO Sarinah melibatkan kerja sama antara beberapa instansi.

  • Transjakarta – Bertanggung jawab atas dana dan pembangunan awal.
  • MRT Jakarta – Akan melanjutkan pelebaran trotoar pada tahap kedua, yang rencananya akan dilaksanakan pada Mei tahun ini.

Tantangan dan Harapan

Meskipun proyek ini mendapat apresiasi, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan.

  • Anggaran – Masih belum diketahui besaran dana yang digunakan untuk revitalisasi JPO Sarinah.
  • Pengelolaan Jangka Panjang – Diperlukan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait untuk menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah dibangun.

Harapan besar ditujukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini agar dapat menjaga kualitas dan keandalan fasilitas yang telah dirancang.

Pos terkait