Masa Lalu yang Menginspirasi: Dari Penjual Koran dan Rokok Jadi Wapres ke-6 RI

406005350f281fd0663adf0146647def 1
406005350f281fd0663adf0146647def 1

Kabar Duka: Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno Meninggal Dunia

Pada Senin (2/3/2026) pagi ini, pukul 06.58 WIB, kabar duka menyelimuti seluruh tanah air. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia. Ia dikenang sebagai sosok yang tidak hanya memiliki peran penting dalam sejarah politik Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang karena kisah perjalanan hidupnya yang luar biasa.

Awal Kehidupan yang Sederhana

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Tidak seperti banyak tokoh politik lainnya yang berasal dari keluarga elite, ia justru tumbuh dalam lingkungan sederhana. Sejak kecil, ia harus bekerja keras untuk membantu keluarganya. Pernah menjadi penjual rokok, loper koran, hingga pedagang air minum di stasiun, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi dasar pembentukan karakternya yang tangguh dan penuh semangat.

Kehidupan awalnya penuh tantangan, namun hal itu justru membuatnya memahami perjuangan rakyat kecil. Meskipun kemudian menjadi Wakil Presiden RI ke-6, ia tetap menjaga akar kehidupannya yang sederhana.

Perjalanan Karier Militer yang Mengesankan

Karier militer Try Sutrisno dimulai pada tahun 1956 ketika ia diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Hanya setahun menimba ilmu, ia langsung diterjunkan ke medan tempur. Dedikasinya dan keberaniannya sejak muda membuat namanya mulai diperhitungkan.

Ia kemudian menjabat posisi-posisi strategis dalam TNI, antara lain:

  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) (1986–1988)
  • Panglima ABRI (kini TNI) (1988–1993)
  • Ketua Umum PBSI (1985–1993)

Kedekatannya dengan Presiden Soeharto sebagai ajudan membuatnya menjadi bagian dari struktur kekuasaan Orde Baru. Namun, meski dekat dengan Soeharto, ia bukan pilihan utama sang Presiden untuk posisi Wakil Presiden.

Bagaimana Try Sutrisno Akhirnya Menjadi Wakil Presiden?

Pada tahun 1993, BJ Habibie, yang saat itu menjabat Ketua ICMI, menjadi kandidat kuat Wakil Presiden. Ia mendapat dukungan dari partai berbasis Islam seperti PPP. Namun, kalangan ABRI memiliki agenda sendiri. Mereka mengusulkan Try Sutrisno sebagai pendamping Soeharto, karena secara struktur militer lebih bisa diterima.

Akhirnya, dalam proses politik yang kompleks, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-6, meskipun tanpa restu langsung dari Presiden Soeharto.

Karier Politik yang Berkesan

Sebagai Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno menjabat dari 11 Maret 1993 hingga 11 Maret 1998. Ia menggantikan Soedharmono dan digantikan oleh B. J. Habibie. Selama masa jabatannya, ia pernah berafiliasi dengan Partai Golkar dan PKP.

Meskipun tidak dianggap sebagai pilihan utama Soeharto, ia berhasil membuktikan bahwa kesetiaan, dedikasi, dan kerja keras bisa membawanya ke panggung tertinggi negara. Dari seorang penjual air minum, ia menjadi Wakil Presiden RI.

Biografi Singkat

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Istri almarhum bernama Tuti Sutiawati. Ia meninggal dunia pada usia 90 tahun, meninggalkan jejak sejarah yang tak terlupakan.


Pos terkait