Masalah Operasional SPPG Banua Jingah HST Kalsel Dihentikan Sementara

758295db 442a 487d 87bb 967cbd73b294
758295db 442a 487d 87bb 967cbd73b294

Penghentian Sementara Operasional SPPG Banua Jingah di Hulu Sungai Tengah

Penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banua Jingah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi perhatian masyarakat setempat. Hal ini dilakukan setelah adanya dugaan pelanggaran terkait kualitas makanan dan prosedur pengelolaan kejadian menonjol (KM).

Alasan Penghentian Operasional

Berdasarkan surat bernomor 642/D.TWS/03/2026 tanggal 1 Maret 2026, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional SPPG HST Barabai Banua Jingah. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala SPPG Hulu Sungai Tengah Barabai Banua Jingah. Penghentian dilakukan setelah adanya laporan pengaduan serta hasil investigasi lapangan terkait dugaan KM.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa ada ketidaksesuaian kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi. Selain itu, BGN juga menyoroti adanya keterlambatan dalam pelaporan KM dan pemberitaan viral yang beredar di masyarakat.

“Dalam rangka investigasi dan penyelesaian masalah terkait ketidaksesuaian kualitas makanan dan pemberitaan viral, untuk sementara SPPG Hulu Sungai Tengah Barabai Banua Jingah diberhentikan operasionalnya sampai dinyatakan sesuai dengan ketentuan,” demikian isi surat tersebut.

Penyebab Penghentian Operasional

Penghentian ini didasarkan pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, S.IP., M.Han.

SPPG Banua Jingah melayani sebanyak 3.460 penerima manfaat dan merupakan SPPG pertama yang beroperasi di HST sejak 18 Maret 2025. Dengan penghentian ini, total sudah dua SPPG di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang diberhentikan sementara oleh BGN. Sebelumnya, SPPG Batu Benawa Pantai Batung yang melayani 3.061 penerima manfaat dan mulai beroperasi pada 1 September 2025, juga lebih dulu dihentikan.

Dari total 12 unit dapur SPPG yang telah beroperasi di HST, dua di antaranya kini menjalani penghentian sementara untuk proses evaluasi dan pembenahan standar keamanan pangan.

Situasi Terkini

Terkait penghentian operasional SPPG Banua Jingah, pantauan di lokasi, Senin (02/03/2026), menunjukkan bahwa lokasi dapur tersebut tampak dalam keadaan terkunci. Tidak terlihat adanya aktivitas produksi maupun distribusi makanan di area SPPG tersebut.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG HST, Sadilah, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terkait penghentian operasional tersebut.

BGN menegaskan bahwa operasional masing-masing SPPG baru dapat kembali berjalan setelah dinyatakan memenuhi ketentuan yang berlaku. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat memastikan kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.

Tips Aman Konsumsi MBG

Untuk memastikan keamanan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  • Penyajian dan Pengolahan:
  • Pastikan makanan diolah secara higienis.
  • Masak hingga matang sempurna dengan suhu yang cukup tinggi.
  • Konsumsi maksimal 4-6 jam setelah dimasak untuk menghindari kontaminasi bakteri.

  • Pengemasan dan Penyimpanan:

  • Pastikan kemasan tertutup rapat setelah didinginkan.
  • Cek label waktu batas konsumsi.
  • Simpan makanan di tempat yang sejuk dan kering, hindari sinar matahari langsung.

  • Kebersihan Diri:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh atau memakan makanan.

  • Pengecekan Fisik dan Aroma:

  • Pastikan makanan tidak berbau basi, tidak berlendir, dan tidak berubah warna.

  • Tips Tambahan untuk Penyelenggara/Dapur MBG:

  • Terapkan SOP ketat dengan standar higienis.
  • Gunakan APD seperti masker dan sarung tangan bagi petugas.
  • Pisahkan penyimpanan bahan mentah dan alat masak.
  • Pastikan bahan makanan dimasak hingga matang sempurna.
  • Dinginkan makanan sebelum dikemas agar tidak menimbulkan uap air yang memicu basi.

Pos terkait