Persiapan Operasional Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Terus Dimatangkan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mempersiapkan operasional Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Masjid yang berada di kawasan perkantoran Banjarbaru ini akan mulai difungsikan untuk salat berjemaah paling lambat pada April 2026. Berbagai persiapan telah dilakukan agar masjid dapat segera digunakan secara optimal.
Salah satu langkah penting dalam persiapan ini adalah penunjukan imam dan muazin melalui proses seleksi yang ketat. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalsel, Fahrurazi, menjelaskan bahwa dua orang imam telah dipilih karena memiliki kemampuan bacaan Al-Qur’an yang baik. Salah satu dari mereka merupakan hafiz Al-Qur’an yang pernah meraih prestasi nasional.
“Keduanya berasal dari kalangan qari, salah satunya merupakan hafiz Al-Qur’an yang pernah meraih prestasi tingkat nasional,” katanya.
Selain imam, dua muazin juga telah ditetapkan. Mereka memiliki pengalaman dalam berbagai ajang tilawatil Qur’an dan festival keagamaan. Bahkan, keduanya pernah meraih prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat provinsi. Dengan latar belakang yang kuat, mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal selama ibadah berlangsung.
Persiapan operasional tidak hanya terbatas pada tenaga pengurus, tetapi juga mencakup penyiapan tenaga pendukung. Saat ini, tiga petugas kebersihan telah disiapkan untuk menjaga kondisi masjid tetap rapi dan nyaman bagi jemaah. Fahrurazi menegaskan bahwa petugas kebersihan ini diharapkan bisa memastikan area masjid tetap terawat sehingga jemaah merasa nyaman saat beribadah.
“Petugas kebersihan ini diharapkan bisa memastikan area masjid tetap terawat sehingga jemaah merasa nyaman saat beribadah,” ujarnya.
Menurut Fahrurazi, kegiatan salat berjemaah akan mulai berjalan aktif setelah sarana penunjang seperti karpet, sejadah, dan mimbar khatib tersedia. Hal ini menjadi bagian dari persiapan agar masjid siap digunakan oleh masyarakat.
Keberadaan masjid di kawasan perkantoran Banjarbaru tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Kalsel maupun masyarakat sekitar. Pengelola juga berencana menghadirkan khatib dengan materi ceramah yang menyejukkan dan memberi pencerahan bagi jemaah. Dengan demikian, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan spiritual bagi masyarakat.
Komponen-Komponen Utama Persiapan Operasional Masjid
-
Imam dan Muazin:
Dua imam dan dua muazin telah dipilih melalui proses seleksi. Mereka memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang keagamaan, termasuk pengalaman dalam ajang tilawatil Qur’an dan festival keagamaan. -
Tenaga Pendukung:
Tiga petugas kebersihan telah disiapkan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid. Mereka bertugas memastikan area masjid tetap terawat selama kegiatan ibadah berlangsung. -
Sarana Penunjang:
Sarana seperti karpet, sejadah, dan mimbar khatib harus tersedia sebelum kegiatan salat berjemaah dimulai. Ini merupakan bagian penting dari persiapan operasional masjid. -
Materi Ceramah:
Pengelola berencana menghadirkan khatib dengan materi ceramah yang menyejukkan dan memberi pencerahan bagi jemaah. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pengalaman spiritual bagi pengunjung.





