Cedera yang Mengancam Kiprah Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Bintang Prancis, Kylian Mbappe, kini menghadapi tantangan besar dalam persiapan menghadapi Piala Dunia 2026. Dengan waktu yang tinggal beberapa pekan, cedera yang dialaminya terbukti lebih parah dari perkiraan awal. Masalah inflamasi ligamen lutut yang dialami Mbappe sejak Desember lalu kini menjadi sorotan utama.
Menurut laporan Marca, Mbappe bahkan diibaratkan bermain dengan satu kaki yang sehat selama enam pekan terakhir. Meskipun demikian, ia tetap memaksakan diri untuk tampil di lapangan dan mencetak gol demi gol. Sejak pergantian tahun, pemain 27 tahun ini mampu mencetak 9 gol dari 9 penampilan lintas kompetisi.
Namun, secara perlahan efek cedera mulai memengaruhi performanya. Dalam dua pertandingan terakhir, yaitu saat melawan Benfica (leg 1 play-off) dan Osasuna, Mbappe gagal mencetak gol. Ia tampak kurang bertenaga dan tidak bisa menekan lawan seperti biasanya. Akhirnya, ia harus menyerah dan dicoret dari skuad Real Madrid untuk melakoni leg kedua play-off babak 16 besar melawan Benfica pada 25 Februari 2026.
Kecemasan semakin meningkat karena partisipasinya di Piala Dunia 2026 kini juga terancam. Meski belum ada pengumuman resmi dari Real Madrid, estimasi menyebutkan bahwa Mbappe akan melewatkan tiga pertandingan ke depan bersama klub LaLiga. Namun, hal ini belum menjamin bahwa ia akan pulih sepenuhnya.
Program Perawatan Intensif untuk Mbappe
Saat ini, Mbappe sedang menjalani program perawatan intensif yang dirancang untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau kemungkinan intervensi bedah. Dalam proses tersebut, ia diperkirakan akan absen setidaknya dalam tiga pertandingan untuk klub LaLiga.
Tim medis sedang mengevaluasi bagaimana lutut Mbappe merespons untuk beristirahat dan rehabilitasi. Prioritas bagi klub maupun negaranya adalah memastikan ia dalam kondisi prima untuk Piala Dunia dalam waktu kurang dari empat bulan. Namun, waktu semakin sempit bagi pemain berusia 27 tahun ini.
Peran Mbappe dalam Timnas Prancis dan Real Madrid
Kylian Mbappe memang menjadi sosok krusial dalam mendukung performa Real Madrid maupun timnas Prancis. Musim ini, ia mencetak gol lebih banyak daripada jumlah penampilannya bagi Los Blancos, yakni 38 gol dalam 33 pertandingan.
Di level timnas, Mbappe dibutuhkan bukan hanya sebagai juru gedor, tetapi juga sebagai pemimpin di ruang ganti selepas pensiunnya Antoine Griezmann dari timnas. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa masalah cedera Mbappe bukan hal yang ringan.
“Situasi Mbappe tidak bisa diselesaikan dalam hitungan hari, akan membutuhkan waktu lebih lama,” ujar Arbeloa di Mundo Deportivo. “Hal terbaik adalah ia harus berhenti sejenak dan benar-benar siap seratus persen untuk menanti apa yang akan datang,” tambahnya.





