Peningkatan Permintaan Melon di Kabupaten Batang Hari
Di tengah situasi khusus yang terjadi selama bulan Ramadan, permintaan melon di Kabupaten Batang Hari mengalami peningkatan signifikan. Hal ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk program Makan Bergizi (MBG) yang semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang.
Kebutuhan Masyarakat yang Meningkat
Petani melon di wilayah tersebut, seperti Danu (45 tahun), anggota Kelompok Tani Sugih Waras, merasakan langsung lonjakan permintaan ini. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya telah memanen sekitar tiga ton melon dan menjual seluruh hasil panen ke pedagang buah di daerah setempat agar dapat segera dikonsumsi masyarakat.
“Sekarang sudah sekitar tiga ton yang dipanen dan langsung kami jual ke pedagang buah di sini,” ujarnya. Ia menilai bahwa komoditas melon memiliki potensi besar di Kabupaten Batang Hari karena jumlah petaninya masih terbatas.
Peluang Pasar yang Menjanjikan
Menurut Danu, peluang pasar masih terbuka lebar, terlebih dengan adanya program MBG yang membutuhkan asupan makanan bergizi. “Kami memilih melon karena potensinya besar di Batang Hari, petaninya masih sedikit, dan program makan bergizi ini sangat berdampak,” katanya.
Selain itu, momentum Ramadan turut meningkatkan permintaan melon secara signifikan. Banyak pedagang es buah membutuhkan pasokan melon untuk memenuhi kebutuhan konsumen. “Di bulan Ramadan permintaan meningkat karena pedagang es buah cukup banyak sehingga kebutuhan melon luar biasa,” tuturnya.
Waktu Tanam dan Panen yang Singkat
Usia tanam melon hingga panen relatif singkat, yakni sekitar 65 hari setelah tanam. “Sekitar 65 hari setelah tanam sudah bisa dipanen,” jelasnya. Meski demikian, budidaya melon memerlukan perhatian khusus, terutama terhadap serangan penyakit jamur. Tanaman melon cukup rentan terhadap jamur, terutama saat musim hujan.
Harga Pasaran dan Keuntungan Petani
Harga melon di pasaran dijual sekitar Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Sementara di tingkat petani, harga jual ke pedagang berada di kisaran Rp12.000 per kilogram. “Yang perlu diperhatikan saat menanam melon adalah jamur, apalagi di musim hujan, dan untuk harga kami menjual lebih murah dari pasaran agar sama-sama mendapat keuntungan,” jelasnya.
Jenis Melon yang Dibudidayakan
Jenis melon yang dibudidayakan saat ini adalah varietas Boomer. Budidaya dilakukan secara konvensional di lahan terbuka dan masih menjadi pola tanam dominan. “Panen saat ini dari budidaya konvensional dengan varietas Boomer,” katanya.
Namun, Kelompok Tani Sugih Waras juga mendapat bantuan program pemerintah berupa pembangunan smart green house sebagai penerapan teknologi pertanian modern. “Kami juga mendapat bantuan program pemerintah untuk menanam di smart green house sebagai teknologi modern,” ujarnya.
Perbedaan Sistem Tanam
Ia menjelaskan perbedaan sistem konvensional dan smart green house terletak pada metode penanaman. Sistem konvensional dilakukan di lahan terbuka, sedangkan smart green house dilakukan di ruang tertutup sehingga tanaman lebih terlindungi dari hama dan penyakit. Menurutnya, sistem tersebut membuat tanaman lebih terlindungi serta berpotensi menghasilkan kualitas dan rasa yang berbeda dibanding pola konvensional.
Perbedaan tersebut juga berdampak pada harga jual. Meski demikian, budidaya melalui smart green house saat ini masih dalam tahap awal dan persiapan. Sementara itu, penanaman secara konvensional tetap berjalan seperti biasa.





