CO.ID – JAKARTA
PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) memproyeksikan kinerja lini asuransi marine cargo berpotensi tetap tumbuh stabil pada 2026. Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance, Diang Edelina, mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada sejumlah peluang yang bisa dioptimalkan. Ia menjelaskan bahwa peluang pertumbuhan berasal dari diversifikasi pasar ekspor Indonesia.
Selain itu, adanya peluang pertumbuhan distribusi domestik, termasuk e-commerce, yang dapat mendorong peningkatan market share perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Diang kepada media, Senin (2/3/2026).
Meskipun demikian, Diang menyampaikan beberapa tantangan yang perlu diantisipasi terkait lini asuransi marine cargo tahun ini. Tantangan tersebut antara lain dinamika geopolitik dan kebijakan global, termasuk dampak kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kebijakan tarif resiprokal AS berpotensi mengurangi ekspor ke AS dan dapat berdampak pada penurunan frekuensi pengiriman barang, serta pertumbuhan premi asuransi marine cargo pada 2026.
Namun, dampaknya masih dapat dikelola dengan diversifikasi risiko yang lebih tahan terhadap tekanan tarif, seperti pasar domestik. “Tantangan lainnya adalah fluktuasi nilai tukar, serta persaingan tarif di industri asuransi umum,” ujarnya.
Oleh karena itu, Diang menegaskan bahwa Mega Insurance akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang prudent, guna menjaga kinerja dan profitabilitas secara berkelanjutan.
Terkait kinerja, Diang mengungkapkan bahwa kinerja premi asuransi marine cargo perusahaan mengalami kenaikan 15% secara tahunan (YoY) per akhir 2025. Sayangnya, nilai premi yang dibukukan tidak disebutkan secara detail. Diang hanya menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh peningkatan kerja sama dengan bisnis partner terkait asuransi marine cargo, serta perbaikan kualitas portofolio dari proses underwriting yang lebih selektif untuk mendorong perbaikan kinerja underwriting result.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi, Mega Insurance membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp 1,16 triliun per akhir 2025. Adapun klaim bruto mencapai Rp 473,45 miliar.
Strategi Pengembangan Lini Asuransi Marine Cargo
Beberapa strategi yang diterapkan oleh Mega Insurance dalam menghadapi tantangan dan peluang di lini asuransi marine cargo meliputi:
- Diversifikasi pasar ekspor dan domestik untuk meningkatkan pangsa pasar
- Peningkatan kerja sama dengan mitra bisnis yang terkait dengan asuransi marine cargo
- Perbaikan kualitas portofolio melalui proses underwriting yang lebih selektif
- Pengelolaan risiko yang lebih baik untuk menghadapi fluktuasi nilai tukar dan persaingan tarif
Proyeksi Pertumbuhan Tahun 2026
Proyeksi pertumbuhan stabilitas kinerja lini asuransi marine cargo pada 2026 didasarkan pada beberapa faktor utama:
- Peluang dari pasar ekspor yang terus berkembang
- Pertumbuhan distribusi domestik, termasuk e-commerce sebagai saluran baru
- Kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko terhadap dinamika geopolitik dan kebijakan global
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Meskipun ada potensi pertumbuhan, Mega Insurance juga harus menghadapi tantangan berikut:
- Kebijakan tarif resiprokal AS yang berpotensi mengurangi ekspor ke AS
- Fluktuasi nilai tukar yang bisa memengaruhi biaya operasional dan premi asuransi
- Persaingan tarif di industri asuransi umum yang semakin ketat
Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang prudent, Mega Insurance berharap mampu menjaga kinerja dan profitabilitas secara berkelanjutan di tengah tantangan-tantangan tersebut.





