CO.ID – JAKARTA.
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mengambil langkah strategis untuk memperluas bisnisnya ke sektor pertambangan melalui rencana akuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP). Rencana ini menandai pergeseran besar dalam strategi perusahaan yang selama ini bergerak di bidang properti dan jasa konstruksi.
Nilai transaksi dari aksi korporasi ini diperkirakan mencapai Rp 1,6 triliun. Angka ini sangat signifikan karena setara dengan sekitar 15 kali lipat total aset MEJA per Juni 2025, yang tercatat sebesar Rp 107,08 miliar. Meski angka tersebut terlihat sangat besar, Direktur Utama PT Harta Djaya Karya Tbk, Richie Adrian Hartanto, menjelaskan bahwa nilai ini masih bersifat sementara dan bisa berubah sesuai hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), yang saat ini sedang dalam proses penunjukan.
“Kami meyakini bahwa akuisisi 45% kepemilikan saham PT Trimitra Coal Perkasa akan memberikan manfaat valuasi yang konkret terhadap MEJA dan para pemegang saham,” ujarnya dalam keterbukaan informasi.
Transaksi ini akan dilakukan melalui mekanisme share swap atau inbreng saham secara bertahap, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan perkembangan produksi TCP. Tahap pertama akuisisi ditargetkan terlaksana pada kuartal III tahun 2026.
Richie juga memastikan bahwa transaksi ini tidak akan mengubah struktur pengendali perusahaan. Pemegang saham pengendali MEJA saat ini tetap akan memegang kendali setelah proses akuisisi rampung. Hal ini menjadi penting untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor terhadap perusahaan.
Sebagai informasi tambahan, PT Trimitra Coal Perkasa memiliki konsesi tambang seluas 11.640 hektare dengan estimasi sumber daya batubara tertambang (mineable coal resources) sekitar 693,7 juta ton, berdasarkan laporan konsultan independen Faan Grobelaar & Associates.
TCP ditargetkan mulai berproduksi pada 2026 dan telah memiliki pembeli siaga, yakni Argo Energy Pte. Ltd., yang merupakan bagian dari Banpu Group, dengan kontrak pembelian selama satu tahun.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait rencana akuisisi MEJA terhadap TCP:
- Nilai Transaksi: Diperkirakan mencapai Rp 1,6 triliun.
- Strategi Akuisisi: Melalui mekanisme share swap atau inbreng saham secara bertahap.
- Tahapan Pelaksanaan: Tahap pertama diharapkan terlaksana pada kuartal III tahun 2026.
- Pengaruh terhadap Struktur Perusahaan: Tidak akan mengubah struktur pengendali.
- Potensi Sumber Daya Tambang: TCP memiliki konsesi tambang seluas 11.640 hektare dan estimasi sumber daya batubara sekitar 693,7 juta ton.
- Kemitraan dengan Pembeli: Telah memiliki kontrak pembelian dengan Argo Energy Pte. Ltd., bagian dari Banpu Group.
MEJA Chart
by TradingView





