Kabar Duka: Wakil Presiden ke-6 Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno Berpulang
Kabar duka menyelimuti bangsa Indonesia setelah salah satu tokoh penting negara, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin (2/3) pagi. Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, sekitar pukul 06.58 WIB.
Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman duka yang berada di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Jenazah tiba di lokasi sekitar pukul 09.24 WIB setelah dilakukan proses pemandian di rumah sakit.
Banyak tokoh dan masyarakat umum hadir untuk melayat dan memberikan dukacita atas kepergian almarhum. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir dengan mengenakan peci hitam dan kemeja putih. Ia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian sosok yang ia kenal secara pribadi.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno tentunya merasa kehilangan,” ujar Pramono saat berada di lokasi melayat.
Pramono mengaku telah mengenal almarhum sejak sekitar tahun 1995. Menurutnya, Try Sutrisno adalah sosok bapak bangsa yang mampu merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang atau perbedaan.
“Beliau adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang. Kita semua kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan almarhum sekitar lima hingga enam bulan lalu. Ia menyebut bahwa Try Sutrisno masih aktif menjalankan tugasnya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Ia menekankan bahwa keteguhan dalam memegang nilai Pancasila dan konstitusi menjadi ciri khas almarhum yang membedakannya dari tokoh lain.
“Kalau urusan Pancasila dan konstitusi, itu selalu dipegang teguh. Itu yang membedakan Pak Try Sutrisno dengan tokoh-tokoh lain,” ujarnya.
Meskipun kondisi kesehatan almarhum sempat menurun belakangan ini, Pramono menyatakan semangat Try Sutrisno tidak pernah surut, bahkan di usia hampir 90 tahun. Ia menilai almarhum tetap aktif dan penuh semangat dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.
Terkait prosesi pemakaman, Pramono menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat ikut mengantarkan jenazah akibat adanya agenda sidang paripurna yang telah dijadwalkan.





