Membaca Langkah Rusia dan Korut Pasca-Kematian Khamanei, Putin: Pembunuhan Sinis

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dalam Serangan AS-Israel

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Iran.

Respons Putin atas Kematian Khamenei

Putin menyatakan bahwa pembunuhan Khamenei merupakan tindakan “pembunuhan yang sinis” yang melanggar standar moralitas kemanusiaan dan hukum internasional. Dalam sebuah nota yang disampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Putin mengungkapkan rasa duka mendalam atas kematian pemimpin Iran dan anggota keluarganya.

“Prihatin dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran keji terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” ujarnya.

Putin juga menekankan bahwa Ayatollah Khamenei akan diingat sebagai seorang negarawan yang memberikan kontribusi besar bagi hubungan persahabatan antara Rusia dan Iran. Ia meminta agar pesan dukungan dan simpati disampaikan kepada keluarga serta rakyat Iran.

Serangan AS-Israel yang Menewaskan Banyak Korban

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel telah menewaskan banyak korban. Selain Ayatollah Khamenei, putrinya, menantunya, dan cucunya turut menjadi korban. Di samping itu, serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan menyebabkan sedikitnya 108 orang tewas, sementara 201 orang tewas di 24 provinsi.

Serangan udara yang dilakukan oleh Israel pada hari Sabtu (28/2) waktu setempat mengakibatkan dua suara ledakan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran. Hal ini menunjukkan intensitas serangan yang dilakukan oleh pasukan militer AS dan Israel.

Reaksi dari Negara Lain

Selain Putin, Korea Utara juga menyampaikan pernyataan yang mengecam serangan Israel terhadap Iran dan operasi militer AS. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai agresi ilegal dan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional.

Analisis Dino Patti Djalal

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mengungkapkan pandangan tentang potensi konflik yang dapat terjadi antara Iran dengan AS-Israel. Ia menilai bahwa tujuan dari serangan militer bukan hanya untuk melucuti senjata nuklir, tetapi lebih pada upaya menumbangkan rezim pemerintahan Iran.

Dino menjelaskan bahwa segala bentuk aksi militer, oposisi politik, mobilisasi massa, dan instrumen sosial dan ekonomi akan dikerahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Ia juga menyoroti bahwa Iran memiliki jaringan politik dan militer yang signifikan di kawasan Timur Tengah, sehingga kemungkinan besar akan melibatkan negara lain dalam perlawanan terhadap AS-Israel.

Menurut Dino, jika aksi intervensi seperti ini dilakukan oleh negara-negara lain dalam konteks yang berbeda, dunia bisa terjerumus dalam perang dunia ketiga. Oleh karena itu, alasan AS-Israel menyerang Iran untuk menumbangkan rezim tidak dapat dibenarkan.

Balasan Iran terhadap Serangan

Menyusul serangan AS-Israel, Iran melakukan balasan dengan meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Aksi ini menunjukkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap ancaman yang datang dari luar negeri.

Kesimpulan

Peristiwa kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel menimbulkan reaksi global yang luas. Dari respons Putin hingga analisis Dino Patti Djalal, situasi ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berpotensi memicu gejolak di tingkat internasional. Dengan adanya balasan dari Iran dan pernyataan dari negara-negara lain, dunia kini berada di ambang peristiwa yang mungkin berdampak besar.


Pos terkait