Menanti Peran Diplomasi Indonesia

1718498172
1718498172

Kondisi Global Pasca Serangan Militer ke Iran

Amerika Serikat dan Israel akhirnya melakukan aksi militer terhadap Iran. Tidak hanya menyerang instalasi militer, tindakan yang dilakukan juga menyebabkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pascaserangan tersebut, Iran merespons dengan serangan balasan ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Banyak negara langsung mengambil sikap, baik pro maupun kontra terhadap tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Di tengah situasi ini, muncul harapan dari berbagai pihak agar Indonesia memberikan kecaman terhadap kedua negara tersebut. Mereka berargumen bahwa tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip perdamaian dunia yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta hukum internasional.

Namun, yang terjadi justru ide Presiden Prabowo Subianto untuk bertolak ke Teheran sebagai juru damai antara Iran dan Amerika Serikat. Meskipun tindakan tersebut terkesan heroik, namun tidak realistis. Perlu diingat bahwa posisi Indonesia tidak sekuat itu untuk menjadi mediator. Bahkan bisa dikatakan Indonesia berada dalam posisi pinggiran dalam skenario geopolitik global.

Tidak perlu melihat jauh-jauh, bahkan untuk menyelesaikan konflik antara Thailand dan Kamboja di kawasan ASEAN, Indonesia tidak lagi dianggap sebagai saudara tua di kawasan. Mundur sedikit ke belakang, posisi Indonesia di Board of Peace atau Dewan Perdamaian justru menjebak negara ini dalam posisi pelengkap tanpa memiliki kontribusi nyata.

Dalam Dewan Perdamaian tersebut, Indonesia justru berada “satu grup” dengan negara-negara yang saat ini menyerang Iran. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaannya dari dewan tersebut. MUI menilai bahwa Dewan Perdamaian bukanlah dewan yang mengupayakan perdamaian di Timur Tengah, karena justru memicu perang regional.

Dewan Perdamaian tidak akan efektif menciptakan perdamaian karena posisi politik yang timpang dengan hegemoni Amerika Serikat. Mencabut keanggotaan BoP juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan sikap tegas Indonesia.

Peran Indonesia dalam Dunia Internasional

Peran Indonesia sebenarnya bisa menjadi sentral ketika mampu mengakomodir negara-negara nonblok, seperti yang pernah dilakukan dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung. Selain itu, Indonesia juga bisa memerankan diri sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Berdasarkan kondisi terkini, diharapkan sikap politik Indonesia lebih realistis dan tidak sekadar netral. Ketika diartikan sebagai posisi pasif, hal ini membuat Indonesia berisiko kehilangan pengaruh di panggung global, karena dunia tidak hanya membutuhkan negara yang netral.

Ketika konflik sudah berdampak pada energi, keamanan global, dan krisis kemanusiaan, maka Indonesia harus aktif hadir. Dalam posisi sebagai negara nonblok bukan berarti tidak bersikap. Indonesia harus mampu tampil mendorong PBB dan organisasi negara-negara Islam (OKI) untuk bertindak lebih tegas, serta membuka ruang-ruang diplomasi yang konkret.

Amerika dan Israel tidak bisa dihadapi sendirian, apalagi oleh Indonesia, jadi segera galang upaya diplomasi bersama. Selain itu, di dalam negeri segera susun mitigasi untuk mencegah dampak perang, khususnya terhadap ekonomi dan energi.

Pos terkait