Mencapai Semifinal Coppa Italia, Como Incar Dua Pemain Inter Milan

Aa1xoz12
Aa1xoz12

Strategi Baru Como Menghadapi Inter Milan

Menjelang pertandingan semifinal Coppa Italia, klub Como yang diarsiteki oleh Cesc Fabregas dikabarkan sedang mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi Inter Milan. Klub asal Indonesia ini akan bertemu dengan La Beneamata dalam leg pertama semifinal pada Selasa (3/3/2026) di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Fabregas menilai pertandingan ini sebagai momen penting dalam musim ini dan berharap bisa mendapatkan hasil yang baik.

“Sebuah momen yang penting dari musim ini datang,” ujar Fabregas seperti dikutip dari Sky Sport. “Kami harus mengambil pertandingan dengan pemahaman bahwa momen ini sangat penting bagi kami.”

Fabregas juga menyebutkan harapan bahwa stadion Como bisa menjadi seperti Bombonera kecil, tempat di mana suporter bisa memberikan dukungan penuh kepada tim. Ia menilai bahwa Inter Milan memiliki tim terkuat di Serie A selama beberapa tahun terakhir. Namun, ia tetap optimis dengan rencana yang telah disiapkan.

“Kami akan mencoba memberikan performa yang bagus. Kami akan berusaha mengenali kekuatan mereka juga sedikit kelemahannya. Kami akan mencoba melukai Nerazzurri,” tambahnya.

Namun, sejarah pertemuan antara Como dan Inter tidak selalu berjalan mulus. Dalam laga Liga Italia musim ini, Como kalah 0-4 dari Inter. Pada musim lalu, mereka juga kalah dua kali dengan skor 0-2 dalam dua pertemuan.

Untuk memutus rentetan hasil buruk ini, Fabregas dikabarkan mengambil inspirasi dari dua klub yang sukses membantai Inter. Salah satunya adalah Bodo/Glimt, yang baru saja menyingkirkan Inter dari Liga Champions. Dalam babak play-off sebelum 16 besar, klub Norwegia itu berhasil mengalahkan Inter dua kali, masing-masing dengan skor 3-1 dan 2-1.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Fabregas mempelajari metode Bodo/Glimt secara seksama. Bahkan, ia mengundang sejumlah staf dari klub tersebut untuk makan siang pekan lalu. Fabregas bertemu dengan ahli gizi dan pelatih fisik Bodo/Glimt untuk mendapatkan masukan tentang cara menjaga kebugaran para pemain.

Kedua klub ini juga menggunakan aplikasi khusus untuk membantu para pemain mencatat konsumsi makanan selama waktu luang. Metode ini membantu staf tim menjaga asupan nutrisi agar optimal.

Selain itu, Fabregas juga dikabarkan meminta pihak klub memasang layar lebar di tempat latihan. Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona ini ingin melihat pergerakan para pemain secara real time menggunakan drone yang diterbangkan di atas lapangan.

Metode ini sudah diadopsi oleh klub lain yang juga pernah membantai Inter Milan. Klub tersebut adalah PSG, yang dilatih oleh Luis Enrique. Dalam final Liga Champions musim lalu, PSG mengalahkan Inter dengan skor 5-0.

Dengan strategi yang kini semakin matang, Como berharap bisa meraih hasil positif dalam pertandingan mendatang. Mereka berusaha memperbaiki catatan buruk mereka dan menciptakan sejarah baru dalam pertemuan melawan Inter Milan.

Pos terkait