Ratusan Warga Antre di Operasi Pasar Murah di Sentolo
Pada Senin (02/03/2026) pagi, ratusan warga memenuhi halaman Kantor Kapanewon Sentolo, Kulon Progo. Mereka datang untuk mengikuti Operasi Pasar (OP) atau Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo. Acara ini bertujuan untuk memberikan bahan pangan dengan harga lebih murah kepada masyarakat.
Di lokasi sekitar pukul 08.37 WIB, antrean warga sudah terlihat memanjang dari halaman hingga dekat bangunan kantor. Banyak di antara mereka yang sengaja tiba lebih awal agar bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan.
Salah satu peserta antre adalah Musira, seorang ibu rumah tangga asal Kalurahan Salamrejo, Sentolo. Ia mengaku menunggu sekitar satu jam sebelum akhirnya bisa membeli bahan pangan. “Saya datang dari sebelum kegiatannya dimulai,” ujarnya.
Harga Lebih Murah dan Kebutuhan Harian
Setelah menunggu dan mengantre sekitar satu jam, Musira berhasil mendapatkan bahan pangan yang menjadi kebutuhannya, seperti minyak goreng, tepung terigu, beras, dan telur. Ia mendapatkan barang tersebut dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasar biasa.
Informasi tentang Pasar Murah ini ia dapatkan melalui warga yang menyebarkan kabar melalui aplikasi percakapan WhatsApp. “Senang saya karena bisa dapat bahan pangan dengan harga lebih murah,” ujar Musira. Ia berencana menggunakan bahan pangan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Jika masih cukup, bahannya juga akan digunakan untuk persiapan Hari Raya Idulfitri alias Lebaran.
Lokasi Pertama dan Rencana Lanjutan
Penelaah Teknis Kebijakan, Bidang Usaha Perdagangan, Disdag Kulon Progo, Yoga menjelaskan bahwa Sentolo menjadi lokasi pertama pelaksanaan OP Pasar Murah. “OP akan kami lakukan di 12 kapanewon, diawali di Sentolo hari ini dan berakhir di Temon pada 14 Maret nanti,” jelasnya.
Menurut Yoga, di setiap lokasi pihaknya menyediakan sekitar 3,5 ton bahan pangan. Khusus komoditas beras, gula pasir, telur, tepung terigu, dan minyak goreng dijual dengan harga lebih murah dari pasar. Sebab, Disdag Kulon Progo memberikan subsidi harga dari sisi biaya transportasi.
Lima komoditas tersebut masing-masing mendapat subsidi sekitar Rp 3 ribu dari harga pasaran. “Kami juga menyediakan komoditas lain namun dengan harga normal,” ujar Yoga.
Tujuan dan Harapan Program
OP Pasar Murah menjadi salah satu program rutin Disdag Kulon Progo setiap menjelang Hari Raya Idulfitri. Tujuannya untuk memastikan harga terkendali dan pasokannya tetap tersedia. Yoga pun berharap OP Pasar Murah bisa membuat harga bahan pangan lebih stabil. Permintaan masyarakat pun tetap bisa terpenuhi.
Lewat Pasar Murah ini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan harga lebih murah,” katanya.





