Mencicipi Kuliner Ramadan 2026 di Pasar Wonocolo Surabaya

Img20240228130657 1
Img20240228130657 1

Kawasan Wonocolo Surabaya Jadi Pusat Berburu Takjil Ramadan 2026

Kawasan Wonocolo di Surabaya menjadi pusat berburu takjil selama bulan Ramadan 2026. Suasana di kawasan ini terlihat ramai dan dipadati pengunjung sejak sore hari hingga menjelang waktu berbuka puasa. Kehidupan masyarakat di sekitar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) terlihat lebih dinamis karena aktivitas jual beli takjil yang semakin marak.

Aktivitas Pedagang Mikro Meningkat

Pedagang mikro seperti Khofifah, yang menjual kue kucur dengan harga Rp 2.000, mengalami lonjakan penjualan selama Ramadan. Ia menyiapkan tujuh hingga delapan kilogram adonan setiap hari untuk memenuhi permintaan pembeli. Menurutnya, aktivitas jual beli mulai dimulai dari siang hari dan berlangsung hingga habis.

“Setiap hari di sini, buka jam 3 sore. Tapi kalau goreng kue dari siang. Di sini masih goreng lagi sisa adonan, begitu sampai habis,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Sri Maryam, penjual roti canai, juga merasakan peningkatan penjualan. Ia berjualan dari pukul 15.00 hingga 19.00 WIB dan menawarkan berbagai rasa seperti cokelat, original, keju, hingga durian. Roti canai ini memiliki ukuran kecil dan besar, sehingga cocok untuk berbagai kalangan.

“Alhamdulillah (Ramadan) melonjak tinggi. Biasanya jualan di sini minggu pagi. Puasa begini jualan dari sore. Ramai, selalu ramai kalau Ramadan. Sehari bawa 80 pax roti. Biasanya minggu ketiga masih ramai, lebih banyak anak kampus yang beli,” tambah Sri Maryam.

Mahasiswa Antusias Berkunjung ke Pasar Takjil

Mahasiswa UINSA juga sangat antusias dalam mencari takjil di kawasan Wonocolo. Salah satunya adalah Achmad Mirza, mahasiswa yang sedang membeli martabak. Ia mengaku senang datang ke pasar takjil karena varian makanan cukup beragam dan harga yang terjangkau.

“Selain banyak pilihannya, dekat kos, harganya juga banyak yang murah. Jajan gorengan, matabak, nasi lauk Rp30 ribu. Sudah dapat banyak macam. Memang cari takjilnya di sini, biasanya sama teman-teman barengan, janjian cari buka puasa,” ujar Mirza.

Keuntungan bagi Pelaku Usaha

Bulan Ramadan memberikan berkah bagi para pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima. Momen ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan pendapatan. Seperti yang dialami oleh Khofifah dan Sri Maryam, mereka bisa menjual produknya dengan harga terjangkau dan menarik minat konsumen.

Pasar takjil di Wonocolo tidak hanya menawarkan makanan ringan, tetapi juga berbagai minuman segar yang cocok untuk berbuka puasa. Hal ini membuat kawasan ini menjadi tempat favorit bagi warga sekitar dan mahasiswa.

Keberagaman Menu Takjil

Berbagai jenis takjil tersedia di pasar ini, mulai dari gorengan, martabak, kue kucur, hingga roti canai. Setiap penjual memiliki ciri khas masing-masing, sehingga konsumen bisa memilih sesuai selera. Harga yang ditawarkan juga beragam, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 30 ribu, sesuai dengan jenis makanan yang disajikan.

Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau

Lokasi pasar takjil di Wonocolo sangat strategis karena berdekatan dengan kampus UINSA. Hal ini memudahkan mahasiswa dan warga sekitar untuk berkunjung tanpa harus pergi jauh-jauh. Selain itu, suasana yang ramai dan hangat membuat orang betah berada di kawasan ini.

Pos terkait