Mengenal ME/CFS, Penyakit Kronis yang Menyebabkan Kelelahan Terus-Menerus

Apa Hal Yang Bisa Menyebabkan Sindrom Kelelahan Kronis Halodoc
Apa Hal Yang Bisa Menyebabkan Sindrom Kelelahan Kronis Halodoc

Penyakit Kronis yang Tidak Terlihat dengan Mata Telanjang

Di dunia ini, ada banyak orang yang memiliki kondisi kesehatan langka dan tidak terlihat secara kasat mata. Meskipun mereka tidak terlihat oleh orang awam, keberadaan mereka nyata dan dapat dibuktikan melalui sains. Salah satu contohnya adalah sindrom kelelahan kronis atau myalgic encephalomyelitis (ME/CFS). Kondisi ini seringkali menyebabkan perjuangan berat bagi penderitanya, baik dalam hal gejala maupun kesulitan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Apa Itu ME/CFS?

ME/CFS adalah penyakit kronis yang sangat serius dan kompleks. Menurut informasi dari National Institute of Health, kondisi ini berkaitan dengan berbagai aspek tubuh seperti neurologis, imunitas, otonomik, dan metabolisme. Penderita ME/CFS dapat mengalami berbagai gejala yang memengaruhi fungsi tubuh mereka, termasuk malaise pasca-aktivitas, gangguan tidur, masalah kognitif, nyeri, dan gejala mirip flu.

Salah satu ciri khas dari ME/CFS adalah post exertional malaise (PEM) atau malaise pasca-aktivitas. Gejala ini menyebabkan kondisi penderita memburuk setelah melakukan aktivitas ringan sekalipun. Hal ini membuat kehidupan sehari-hari menjadi sangat sulit bagi mereka.

Gejala Utama ME/CFS

Menurut informasi dari NHS, ada empat gejala utama yang sering dialami oleh penderita ME/CFS:

  • Rasa lelah berkepanjangan: Kelelahan yang terus-menerus membuat aktivitas sehari-hari seperti mandi, bekerja, atau sekolah menjadi sangat sulit.
  • Gangguan tidur: Bisa berupa insomnia, tidur terlalu lama, atau merasa tidak cukup istirahat meski sudah tidur.
  • Gangguan berpikir dan konsentrasi: Kesulitan dalam berpikir, mengingat, atau fokus.
  • Gejala yang memburuk setelah aktivitas fisik atau mental: Penderita akan merasa lebih lelah setelah melakukan aktivitas apapun, dan butuh waktu lama untuk pulih.

Selain itu, beberapa penderita juga mengalami nyeri di berbagai bagian tubuh serta gejala mirip flu seperti demam tinggi, pusing, atau nyeri sendi dan otot.

Penyebab ME/CFS

Meskipun penyebab pasti dari ME/CFS masih belum diketahui, beberapa faktor yang diduga memengaruhinya antara lain:

  • Genetik: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini bisa diturunkan dari orang tua ke anak.
  • Infeksi: Ada kasus dimana penderita ME/CFS mengalami kondisi ini setelah sembuh dari infeksi virus atau bakteri.
  • Trauma: Trauma fisik atau emosional seperti kecelakaan juga bisa menjadi pemicu.
  • Kesulitan konversi energi: Beberapa penderita kesulitan mengubah lemak dan gula menjadi energi yang diperlukan tubuh.

Faktor risiko lainnya termasuk usia (biasanya muncul saat masih muda hingga paruh baya), jenis kelamin (perempuan lebih rentan), dan riwayat kondisi medis lain yang kompleks.

Diagnosa dan Pengobatan

Tidak ada tes spesifik yang dapat langsung menegakkan diagnosis ME/CFS. Karena gejalanya mirip dengan kondisi lain, proses diagnosa biasanya rumit dan memerlukan pengamatan jangka panjang. Akademi Medis Nasional Amerika Serikat merekomendasikan pedoman berikut untuk mengidentifikasi kelelahan yang berkaitan dengan ME/CFS:

  • Sangat parah sehingga penderita tidak bisa melakukan aktivitas yang sebelumnya mereka lakukan.
  • Muncul baru-baru ini atau pasti.
  • Tidak banyak berkurang meskipun telah istirahat.
  • Memburuk akibat aktivitas fisik, mental, atau emosional.

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter biasanya akan merekomendasikan cara-cara untuk mengelola gejala. Saat ini, belum ada obat khusus untuk ME/CFS. Namun, beberapa dokter mungkin memberikan obat untuk mengurangi rasa nyeri, mengatur tekanan darah, atau mengatasi irama jantung. Selain itu, pengaturan aktivitas harian juga penting agar penderita bisa mengurangi kelelahan akibat aktivitas fisik.


Pos terkait