Mengenal Minuteman III, Rudal Kiamat AS yang Pernah Diuji

Aa1xmdpr
Aa1xmdpr



Pada hari Sabtu (28/2/2026), terjadi serangan militer besar yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Operasi ini dikenal dengan nama Operation Lion’s Roar atau disebut juga sebagai operasi militer bersama yang menargetkan berbagai fasilitas militer, infrastruktur nuklir, dan posisi strategis di wilayah Iran.

Tidak tinggal diam, Iran langsung memberikan respons dengan meluncurkan rudal ke arah Israel. Menurut laporan dari militer Israel, serangan balasan tersebut mencakup beberapa lokasi yang terkait dengan operasi militer AS di kawasan. Beberapa pangkalan udara seperti Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Riyadh, Arab Saudi hingga pangkalan AS di Yordania dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Dengan adanya serangan antara kedua belah pihak, kekhawatiran akan munculnya “ledakan” Perang Dunia III semakin nyata. Isu ini memicu perhatian global terhadap situasi yang sedang berkembang.

Berikut adalah beberapa informasi penting terkait serangan dan pengujian rudal:

Pengujian Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III

Amerika Serikat (AS) melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III pada Rabu (21/5/2025) pukul 00.01 waktu setempat dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California. Rudal yang dikenal sebagai “rudal kiamat” ini terbang sejauh sekitar 4.200 mil (6.800 km) dengan kecepatan mencapai 24.000 km per jam sebelum mengenai target di Pulau Kwajalein, Kepulauan Marshall. Uji coba menggunakan hulu ledak tiruan dan menunjukkan akurasi yang tinggi.

Menurut Jenderal Thomas Bussiere dari Komando Serangan Global Angkatan Udara AS, peluncuran ini bukan sebagai respons terhadap ketegangan global, melainkan sebagai bukti kesiapan dan kekuatan sistem rudal nuklir AS.

Uji Coba Kedua Minuteman III

Tidak hanya sekali, AS juga kembali melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Minuteman III untuk kedua kalinya pada Rabu (5/11/2025). Rudal berkemampuan nuklir itu ditembakkan dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg, California. Pangkalan ini merupakan matra baru militer AS yang dibentuk selama masa jabatan Presiden Donald Trump.

Rudal Minuteman III menempuh jarak sekitar 6.720 km ke Laut Pasifik yakni Atol Kwajalein di Republik Kepulauan Marshall. Uji coba tersebut bertujuan memastikan akurasi dan keandalan Minuteman III dalam mengenai targetnya.

Mengenal Minuteman III, Rudal Kiamat AS

Minuteman III merupakan satu-satunya rudal balistik berbasis darat yang masih aktif dalam triad nuklir AS, yang terdiri dari sistem peluncuran darat, laut, dan udara.

Rudal LGM-30G ini sudah digunakan sejak awal 1970-an dan terus dipertahankan. Rudal ini menggunakan bahan bakar padat tiga tahap yang memungkinkan peluncuran cepat tanpa pengisian ulang bahan bakar. Minuteman III disimpan dalam silo bawah tanah yang kuat dan diawasi 24 jam oleh petugas Angkatan Udara.

Dengan jangkauan hingga 13.000 km, rudal setinggi 18,2 meter dan berbobot lebih dari 34 ton ini mampu membawa hulu ledak nuklir Mark-21 dengan daya ledak 300-475 kiloton, jauh lebih kuat dibanding bom Hiroshima yang berkekuatan 15 kiloton. Sistem pemandu canggih membuat Minuteman III memiliki akurasi sekitar 120 meter dari target, sangat presisi untuk ukuran rudal yang terbang ribuan kilometer.

Meski masih andal, usia Minuteman III yang lebih dari 50 tahun membuat AS mempersiapkan penggantinya, LGM-35A Sentinel. Rudal baru ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2029 dan diharapkan sepenuhnya menggantikan Minuteman III dalam dekade berikutnya.

Saat ini, sekitar 450 unit Minuteman III tersebar di Montana, North Dakota, dan Wyoming, dan tetap menjadi andalan Angkatan Udara.

Demikian informasi mengenai kekuatan dan teknologi Minuteman III, Rudal Kiamat AS yang penting diketahui.

Pos terkait