Mengenal Prospagnosia: Kekurangan Mengenali Wajah, Termasuk Dirimu Sendiri

Hipwee Travelopps
Hipwee Travelopps

Pengenalan Wajah yang Sulit: Proses Pemrosesan Otak pada Prospagnosia

Ketika kita bertemu dan berkenalan dengan orang baru, otak kita secara alami merekam identitas mereka sebagai tanda pengenal. Hal ini bisa berupa wajah, nama, suara, atau sikap seseorang. Namun, bagi sebagian orang, hal sederhana tersebut justru menjadi sangat sulit bahkan hampir mustahil untuk dilakukan. Kondisi ini dikenal sebagai prosopagnosia atau face blindness.

Prospagnosia adalah kondisi yang membuat penderitanya kesulitan bahkan tidak dapat mengingat wajah, baik wajah orang lain maupun wajahnya sendiri. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelainan genetik atau masalah pada bagian otak yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengingat wajah.

Penyebab dan Jenis Prospagnosia

Menurut informasi dari Cleveland Clinic, prosopagnosia adalah kondisi di mana otak tidak mampu mengenali wajah atau ekspresi wajah meskipun kemampuan penglihatan normal. Akibatnya, penderita tidak bisa mengenali wajah orang, termasuk orang-orang terdekat seperti teman, keluarga, atau dirinya sendiri.

Prospagnosia termasuk dalam kelompok kondisi agnosia, yaitu gangguan pada cara otak memproses informasi dari indera. Sebagian besar kasus terjadi karena kerusakan pada otak, tetapi ada juga kasus yang terjadi tanpa adanya kerusakan tersebut. Para ahli masih belum sepenuhnya yakin tentang bentuk umum kondisi ini karena data yang tersedia sangat sedikit. Namun, ada dokumentasi mengenai congenital prosopagnosia, yaitu prosopagnosia yang lahir bersamaan dengan seseorang, yang ditemukan pada 2,5% populasi dunia.

Meskipun begitu, karena kurangnya data dan penelitian, para ahli sering berdebat mengenai jumlah persentase tersebut. Akibat dari kondisi ini, penderita cenderung mengalami kecemasan terhadap orang-orang di sekitarnya dan sering merasa malu karena kesulitan mengingat wajah.

Gejala yang Muncul

Dilansir dari NHS, gejala utama prosopagnosia adalah kesulitan mengingat wajah. Selain itu, penderita juga menunjukkan gejala berikut:

  • Kesulitan mengenali emosi dari ekspresi wajah
  • Kesulitan mengetahui gender dan usia dari wajah seseorang
  • Kesulitan mengenali karakter dalam film atau televisi dan mengikuti ceritanya
  • Kesulitan mengenali barang atau hewan
  • Kesulitan mengenali jalan dan arah

Karena kesulitan mengenali wajah, penderita prosopagnosia sering kali mengalami kesulitan dalam membangun dan menjaga hubungan interpersonal. Bahkan, beberapa penderita bisa mengalami kesulitan dalam belajar dan bekerja.

Penyebab Umum

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan prosopagnosia antara lain:

  • Genetik
  • Cedera pada otak
  • Peradangan pada otak
  • Penyakit Alzheimer
  • Cerebral hypoxia (kerusakan otak akibat kekurangan oksigen)
  • Tumor otak
  • Epilepsi
  • Stroke
  • Keracunan karbon monoksida
  • Autisme

Proses Diagnosa dan Pengobatan

Untuk diagnosis prosopagnosia, dokter akan melakukan berbagai tes terhadap penderita. Tes neurologis mencakup:

  • Tes indera untuk memastikan penglihatan berjalan baik
  • Tes kognitif untuk memastikan tidak ada gangguan mental
  • Tes ingatan untuk memastikan kesulitan mengingat wajah bukan disebabkan oleh masalah ingatan
  • Tes face recognition dan object recognition untuk memeriksa kemampuan mengidentifikasi wajah dan benda

Saat ini, prosopagnosia belum bisa disembuhkan secara total karena penelitian yang masih terbatas. Pengobatan yang diberikan bergantung pada kondisi penderita. Dalam beberapa kasus, proses ini bersifat permanen, sehingga penderita harus beradaptasi dan mencari cara baru agar tetap bisa beraktivitas mandiri. Ada juga kasus yang berhasil ditangani melalui operasi, biasanya jika penyebabnya adalah tumor atau penyakit otak lainnya.

Cara Membantu Penderita

Karena tidak ada pengobatan pasti, penderita prosopagnosia perlu mencari cara untuk tetap beraktivitas layaknya orang normal. Beberapa saran yang bisa diberikan antara lain:

  • Memberi tahu orang-orang mengenai kondisi ini
  • Meminta bantuan orang di sekitar untuk mengidentifikasi barang
  • Meminta orang memperkenalkan diri lagi ketika bertemu
  • Mengingat suara dan bahasa tubuh orang-orang
  • Mengingat hal-hal yang bisa menjadi pengingat, seperti pakaian, perhiasan, gaya rambut, dan lain-lain
  • Menggunakan kartu nama pengenal atau membuat bagan ruangan dan menandai siapa yang biasanya ada di mana


Pos terkait