Menghadapi Pemilu 2029, DPW PKB DIY Kuatkan Perempuan dan Pemuda dalam Kepengurusan

20190212031548 Dalam Rangka Partisipasi Perempuan Di Pemilu 2019 Caleg Perempuan Kuatkan Kapasitas Diri 1
20190212031548 Dalam Rangka Partisipasi Perempuan Di Pemilu 2019 Caleg Perempuan Kuatkan Kapasitas Diri 1

Perempuan dan Pemuda Jadi Ceruk Suara Utama dalam Pemilu 2029

Di Yogyakarta, kalangan perempuan dan pemuda diprediksi menjadi ceruk suara terbesar dalam Pemilu 2029 mendatang. Prediksi ini menjadi dasar bagi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengisi lebih dari 50 persen pengurus partai dengan anggota dari kalangan perempuan dan anak muda.

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, menjelaskan bahwa total pengurus DPW PKB DIY mencapai 60 orang, di mana sebanyak 53 persen di antaranya adalah perempuan dan pemuda. Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk memperkuat kehadiran perempuan dan generasi muda dalam struktur organisasi.

Perebutan suara perempuan dan anak muda menjadi fokus utama dalam persaingan politik menjelang Pemilu 2029. Menurut Umaruddin, Pemilu tahun tersebut akan menjadi arena pertarungan yang sangat kuat, terutama dalam memperebutkan dukungan dari dua kelompok tersebut.

“Maka sesuai arahan DPP PKB, kami banyak melibatkan perempuan,” ujarnya saat menghadiri rapat konsolidasi DPW, DPC, dan PAC se-DIY pada Minggu (1/3/2026). Dalam rapat tersebut, pihaknya telah membentuk tim penataan struktur yang bertugas menjaring nama-nama calon Ketua DPC di lima kabupaten/kota yang ada di DIY.

Selain itu, DPW PKB DIY juga menetapkan beberapa kriteria untuk calon Ketua DPC sesuai dengan arahan pimpinan partai. Umaruddin menyampaikan bahwa dalam forum Muskerwil, DPW PKB akan segera mengadakan Muskerwil lanjutan karena sebelumnya hanya berada pada tahap awal, yaitu penataan caleg atau pencalegan dini.

Pihaknya juga telah mengirim surat kepada semua DPC untuk segera membuat peta analisis Dapil berdasarkan basis suara tiap TPS. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memahami wilayah-wilayah yang potensial dan memperkuat jaringan partai.

Politik Harus Jadi Solusi, Bukan Sekadar Kontestasi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa PKB, Nihayatul Wafiroh, membacakan amanat dari Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar. Ia menyampaikan bahwa dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ekonomi global bergejolak, konflik terjadi di berbagai kawasan, perubahan iklim nyata di depan mata, dan kepercayaan rakyat terhadap politik terus diuji.

Menurutnya, Indonesia relatif stabil, tetapi rakyat ingin lebih dari sekadar stabilitas. Rakyat ingin hidup yang lebih pasti, adil, dan bermartabat. Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh menjadi politik yang biasa-biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi, dan PKB adalah Solusi Bangsa.

“Oleh karena itu, PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu saja. PKB harus menjadi kekuatan politik yang memimpin, kekuatan politik yang nyata-nyata menentukan arah, menggerakkan perubahan, dan memikul tanggung jawab kebangsaan,” jelasnya.

Nihayatul Wafiroh menegaskan bahwa PKB tidak cukup dipimpin oleh politisi biasa. Politisi fokus hanya pada kontestasi, sementara pemimpin fokus pada tanggung jawab, dan negarawan fokus pada masa depan bangsa bahkan ketika itu tidak selalu menguntungkan dirinya.

“Menang pemilu bukan ambisi pribadi. Sekali lagi, menang pemilu bukan ambisi pribadi, tetapi kewajiban politik agar nilai dan gagasan PKB bisa diwujudkan. Karena itu, struktur harus ditata dan digerakkan,” tegasnya.


Pos terkait