Profil Muhammad Suryo, Pengusaha Muda yang Sukses di Berbagai Sektor
Muhammad Suryo adalah seorang pengusaha muda yang kini menjadi salah satu tokoh bisnis terkemuka di Indonesia. Sejak tahun 2016, ia menjabat sebagai CEO atau pimpinan dari Surya Group Holding Company yang berpusat di Yogyakarta. Bisnisnya mencakup berbagai sektor seperti konstruksi, pertambangan, minyak & gas, properti, maskapai penerbangan Fly Jaya, hingga industri rokok dengan merek HS.
Sebelum sukses seperti sekarang, Suryo pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana untuk bertahan hidup. Ia pernah menjadi penjual air galon isi ulang dan sopir rental. Namun, usaha tersebut akhirnya membawanya ke jalan yang lebih besar. Kini, ia memiliki aset melimpah dan lini bisnis yang menggurita di berbagai sektor.
Surya Group dibawah kepemimpinannya berkembang pesat dan menjadi induk dari beberapa anak perusahaan, antara lain:
* PT Surya Mataram Sakti
* PT Sumber Wijaya Sakti
* PT Surya Karya Setiabudi
* PT Surya Beton Precast
* PT Surya Cakra Sakti
* PT Surya Bengawan Sakti
* PT Surya Cakra Bara Nusantara
* PT Surya Jaya Mataram
* PT Surya Mataram Energi
* PT Gisara Tantra Berkarya
* PT Surya Sahabat Santoso
* PT Anugerah Hipbone Sejahtera
* PT Surya Mandhala Energi
* Maskapai FlyJaya
Selain itu, Suryo juga aktif melakukan investasi di tanah kelahirannya, Lampung. Salah satunya adalah pembangunan pabrik rokok HS yang diproyeksikan akan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja. Pabrik tersebut direncanakan mulai beroperasi pada Maret 2026.
Pada Desember 2025, Muhammad Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dia mendapat penghargaan sebagai alumni peduli atas dedikasinya dalam menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Penghargaan diberikan karena Suryo dianggap sebagai alumni yang peduli pada pembangunan nasional dengan menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung kegiatan UPN.
Menurut Suryo, saat ini ia memiliki banyak unit bisnis, termasuk perusahaan rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan hingga maskapai penerbangan Fly Jaya. “Yang banyak mempekerjakan karyawan itu di pabrik rokok HS. Saat ini, saya sudah punya 3000 karyawan lebih. Dan tahun 2026 nanti, saya akan membangun pabrik baru dan ditargetkan menyerap 10.000 karyawan,” ucapnya.
Kecelakaan Moge yang Menewaskan Istri Muhammad Suryo
Pada Minggu (1/3/2026) sore, Muhammad Suryo bersama istrinya, Anis Syarifah (41), mengendarai motor gede (moge) Harley Davidson di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo. Nahas, dalam kecelakaan tersebut, Anis Syarifah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ia kemudian dibawa ke RS Rizki Amalia.
Kabar meninggalnya Anis Syarifah dikonfirmasi oleh Surya Group Holding Company melalui postingan duka di Instagram @karyahsofficial. Dalam unggahan tersebut, keluarga besar Surya Group menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ibu Hj. Anis Syarifah. “Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya, menerima segala amal kebaikan beliau, mengampuni kekhilafan, serta menempatkan almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis dalam keterangan unggahan.
Sementara itu, Muhammad Suryo dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirujuk ke Jogjakarta International Hospital (JIH) untuk mendapatkan perawatan intensif. Pengendara Yamaha Jupiter MX yang terlibat dalam kecelakaan tersebut mengalami patah tulang pada kaki kanan dan menjalani perawatan di RSUD Wates, Kulon Progo. Anak yang diboncengnya juga dirawat di rumah sakit yang sama.
Penanganan Kecelakaan oleh Kepolisian
Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo memberikan pernyataan terkait kejadian kecelakaan antara sepeda motor gede (moge) dengan sepeda motor Jupiter Z di Kapanewon Temon. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (02/03/2026). Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) sebanyak dua kali, yaitu pada Minggu kemarin dan Senin (02/03/2026).
“Olah TKP pagi tadi dilakukan dengan metode TAA (Traffic Accident Analysis),” katanya pada wartawan di Mako Polres Kulon Progo. Menurut informasi, MS (Muhammad Suryo) melaju di Jalan Nasional Wates-Purworejo dari arah timur ke barat sekitar pukul 16.45 WIB. Setibanya di Simpang Mlangsen, Kalurahan Palihan, Temon, MS bertemu dengan motor Jupiter Z yang dikendarai oleh AA berboncengan dengan DN. AA diketahui hendak menyeberang dari selatan ke utara.
MS disebut tak sempat menghindar dari AA sehingga tabrakan antara keduanya tak bisa dihindari. AS (Anis Syarifah) meninggal dunia akibat kejadian itu, sedangkan tiga korban lainnya luka-luka. “Menurut informasi, para korban luka dirujuk ke Rumah Sakit (RS) di Kota Yogyakarta,” ungkap Sarjoko.
Ia pun mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Termasuk seperti apa dugaan penyebab kejadian laka hingga kemungkinan adanya tersangka. Masih didalami, kata Sarjoko, karena pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut. Adapun saat ini masih proses pengumpulan saksi-saksi dan menggali keterangan dari mereka.
“Kami belum bisa menyampaikan detailnya karena masih penyelidikan,” ujar Sarjoko. Ia memastikan penanganan kejadian laka akan dilakukan secara objektif dan profesional. Perkembangan lebih lanjut pun akan disampaikan ke publik setelah hasil olah TKP dan penyelidikan dinyatakan lengkap.
Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat juga mengatakan pihaknya saat ini masih terus mendalami kejadian laka tersebut. Ia turut menyampaikan belasungkawa pada para korban. “Kami turut berbelasungkawa atas segala yang dialami korban baik yang meninggal dunia maupun luka berat,” kata Ridho.





