Meningkatkan Performa Mesin dengan Suplemen Cuan

Aa1s5s7l
Aa1s5s7l

Peran Aditif dalam Efisiensi Energi di Industri

Penggunaan sumber energi yang efisien menjadi fokus utama bagi berbagai kalangan industri, termasuk di sektor pertambangan. Salah satu perusahaan yang mencoba memanfaatkan peluang ini adalah PT Abadi Kimia Raya. Perusahaan ini mulai mengenalkan produknya yang bernama Adichem pada akhir tahun lalu. Adichem merupakan zat aditif atau bahan tambahan yang dirancang untuk meningkatkan performa mesin dan efisiensi konsumsi energi di berbagai industri.

Ryan Oktariyadie, Head Sales Adichem dari PT Abadi Kimia Raya, menjelaskan bahwa produk ini awalnya ditujukan untuk industri pertambangan. “Solar merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam operasi pertambangan. Kami melihat ruang untuk menyediakan solusi yang dapat menjaga kualitas bahan bakar, memperpanjang usia mesin, serta menekan biaya operasional,” ujarnya.

Adichem memiliki beberapa keunggulan, seperti kemampuan untuk memperbaiki lubrikasi, menurunkan filter blocking tendency (FBT), dan berkontribusi pada efisiensi konsumsi bahan bakar. Formula produk ini dirancang untuk mengatasi masalah-masalah umum di lapangan, mulai dari kualitas solar yang tidak seragam hingga masalah deposit karbon pada injektor mesin diesel.

Saat ini, Adichem memiliki tiga jenis produk aditif. Selain untuk industri pertambangan, produk ini juga tersedia untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Untuk memperluas pasar, PT Abadi Kimia Raya pada akhir tahun lalu merilis produk baru yang diberi nama Adimax F2. Produk ini menggunakan bahan baku asal Jerman dan diperuntukkan bagi kebutuhan mesin-mesin industri. Tujuan dari produk ini adalah untuk menjaga performa mesin tanpa menambah biaya perawatan.

Namun, proses pengembangan Adichem tidak sepenuhnya mulus. Salah satu tantangan terbesar adalah rendahnya pemahaman pasar terhadap efektivitas aditif bahan bakar. Banyaknya produk serupa yang tidak memiliki bukti teknis membuat konsumen cenderung skeptis. Selain itu, karakteristik produk aditif yang tergolong dangerous goods juga membatasi opsi distribusi dan memerlukan penanganan khusus dalam produksi maupun pengiriman.

“Kami harus ekstra dalam edukasi. Meskipun volume aditifnya kecil, dampaknya besar. Itu yang sering tidak terlihat oleh pasar,” jelas Ryan.

Untuk memperluas jangkauan, Adichem kini memasarkan produknya melalui pemasaran korporasi, marketplace, hingga jaringan bengkel di sekitar Jakarta. Dengan strategi pemasaran ini, PT Abadi Kimia Raya berharap dapat menyediakan produk yang semakin mudah diakses, baik secara online maupun offline.

Ryan optimistis bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif bagi perusahaan. Langkah berikutnya, perusahaan melalui Adichem tengah fokus mengembangkan produk aditif lainnya, yaitu aditif untuk mesin bensin yang ditargetkan diluncurkan pada Maret 2026 nanti.

Pos terkait