Menjelang Cap Go Meh 2577, 11 Tang Sin Siap Tampil di Kampung Cina Manado

Aa1xiufw 1
Aa1xiufw 1

Perayaan Cap Go Meh di Kota Manado Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Perayaan Cap Go Meh, yang juga dikenal sebagai Goan Siau, semakin dekat. Tahun ini, perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili akan digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dan jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026. Cap Go Meh merupakan perayaan akhir dari seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek, tepatnya pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender lunar. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien, yaitu “Cap” (sepuluh), “Go” (lima), dan “Meh” (malam), yang secara harfiah berarti malam kelima belas.

Dalam perayaan ini, sebanyak 11 Tang Sin akan ambil bagian dalam prosesi yang digelar di Kampung Cina, Kota Manado. Tang Sin adalah orang yang dipercaya menjadi perantara roh atau dewa dalam tradisi keagamaan Tionghoa. Dalam upacara tertentu, Tang Sin dipercaya menjadi media bagi dewa untuk memberi pesan atau nasihat, memberi doa dan berkat, serta membantu ritual di Klenteng.

Berdasarkan pantauan jurnalis, sejumlah perlengkapan ritual Tang Sin yang akan digunakan dalam perayaan Cap Go Meh telah dipersiapkan di Klenteng Kwan Kong. Proses persiapan tersebut berlangsung di dalam maupun di halaman klenteng. Satu per satu perlengkapan dirawat dan dibersihkan oleh umat Tridharma yang mengenakan busana sembahyang berwarna putih. Perlengkapan yang dipersiapkan meliputi berbagai atribut upacara, seperti perlengkapan simbolik dan tongkat ritual. Proses perawatan dilakukan menggunakan alat penghalus, air, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Ketua PTITD Manado, Ridwan Sanyoto, mengatakan bahwa sebelas Tang Sin tersebut berasal dari sembilan klenteng di Kota Manado. Klenteng adalah tempat ibadah umat Tionghoa. Selain penampilan 11 Tang Sin, akan ada 14 kio atau usungan yang memeriahkan arak-arakan. Kio adalah tandu atau usungan yang dipakai dalam upacara keagamaan Tionghoa untuk membawa patung dewa-dewi saat perayaan.

“Sebanyak 11 Tang Sin dari 9 klenteng di Manado akan tampil,” ujar Sanyoto di Klenteng Kwan Kong, Minggu (1/3/2026) siang. Menurut Sanyoto, arak-arakan Cap Go Meh akan terbagi dalam barisan ritual dan non-ritual. Untuk barisan non-ritual, berbagai budaya daerah Sulut akan turut memeriahkan suasana, seperti kabasaran dan musik bambu. Rute pawai masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni menggunakan pola “kupu-kupu,” mengelilingi kawasan Kampung Cina Manado.

Sebagai bentuk persiapan spiritual, umat Tridharma telah menjalani puasa Cia Cai selama 10 hari menjelang prosesi. Selain itu, Ridwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado dan pihak kepolisian yang telah mendukung demi kelancaran kegiatan tersebut. Ia mengajak masyarakat Manado untuk turut menyaksikan dan menjaga kerukunan antar-umat beragama selama perayaan berlangsung.

“Marilah kita menyaksikan kegiatan umat Tridharma di Kota Manado, kita sukseskan dan saling menjaga kerukunan antarumat beragama,” katanya.

Sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong Sebelum Cap Go Meh

Dua hari sebelum Cap Go Meh, umat Tridharma di Manado menggelar sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong di Klenteng Kwan Kong, Minggu (1/3/2026). Sembahyang berlangsung khusyuk. Dalam prosesi tersebut, Tang Sin atau medium spiritual dalam kepercayaan Tridharma turut beraksi dengan sejumlah gerakan atraktif serta memberikan berkat kepada umat. Tang Sin juga melakukan ritual penyembuhan dengan menyentuh maupun membubuhkan kuas ke bagian tangan atau tubuh umat yang memohon doa.

Menurut Ridwan Sanyoto, sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah menjelang Cap Go Meh. “Kongco Kwan Kong membersihkan segala dosa manusia serta memberikan rezeki, kemuliaan, dan kemakmuran bagi umat,” ujarnya.

Perayaan dan rangkaian ibadah ini menjadi penutup seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek, sekaligus momentum mempererat kebersamaan umat Tridharma di Kota Manado.

Pos terkait