Kebutuhan uang di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menjelang Idul Fitri 2026 ini mencapai sebesar Rp 1,93 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1 persen atau sekitar Rp 19 miliar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp 1,949 triliun. Penurunan ini terjadi karena meningkatnya preferensi masyarakat terhadap transaksi non-tunai.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha memastikan ketersediaan uang rupiah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 dalam kondisi yang cukup. “Ketersediaan tersebut baik dari sisi jumlah maupun variasi pecahan,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima TEMPO, Jumat, 20 Februari 2026.
Ketersediaan uang itu, menurut Iqbal, mampu memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat di seluruh wilayah kerja BI Jember yang meliputi lima kabupaten yakni Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. “Proyeksi kebutuhan uang oleh perbankan menjelang Hari Raya Idul Fitri tercatat sebesar Rp 1,930 triliun,” ujarnya.
Ia menyatakan bahwa secara komposisi, proyeksi tersebut tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya, baik pada porsi Uang Pecahan Kecil (UPK) maupun Uang Pecahan Besar (UPB), sehingga pola kebutuhan uang dinilai relatif stabil.
Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan bahwa pelaksanaan penarikan uang oleh perbankan untuk pemenuhan proyeksi tersebut dijadwalkan mulai Jumat, 20 Februari 2026. Dalam rangka memastikan kesiapan layanan kas selama periode Ramadan dan Idul Fitri, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember telah melakukan langkah persiapan melalui koordinasi intensif dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, termasuk penyelenggaraan Kick Off SERAMBI 2026 sebagai rangkaian penguatan pelayanan kas dan distribusi uang Rupiah.
Ia menambahkan bahwa per 13 Februari 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember mencatat Net Outflow sebesar Rp 525,8 miliar, terdiri dari Inflow senilai Rp 127,7 miliar dan Outflow Rp 653,5 miliar. Tren Net Outflow pada periode tersebut dinilai masih normal, sementara peningkatan ini diperkirakan akan berlanjut hingga Hari Raya Idul Fitri, sejalan dengan pola permintaan uang tunai masyarakat pada periode puncak kebutuhan setiap tahunnya.
“Bank Indonesia terus memantau perkembangan aliran uang guna menjaga stabilitas ketersediaan rupiah layak edar di seluruh wilayah kerja,” ujar Iqbal.
Sebagai bagian dari upaya memastikan terpenuhinya kebutuhan uang tunai yang layak edar, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember juga memperkuat layanan melalui penyelenggaraan 10 titik kegiatan kas keliling, 1 titik penukaran terpadu bersama perbankan, dan 20 titik penukaran loket perbankan di 5 kabupaten wilayah kerja Bank Indonesia Jember.
Menurut Iqbal, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyediakan layanan penukaran uang secara lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat, memastikan distribusi uang layak edar dalam berbagai pecahan, serta menarik uang tidak layak edar (UTLE) dari peredaran untuk menjaga kualitas uang rupiah menggunakan aplikasi PINTAR.
“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kegiatan kas keliling difokuskan pada area publik dan pusat keramaian melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan perbankan,” ujarnya.
Selama kegiatan tersebut, masyarakat dapat mendapatkan edukasi mengenai Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah. Masyarakat diajarkan mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Masyarakat juga dikenalkan cara merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
BI Jember juga mengimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang hanya di lokasi resmi yang disediakan Bank Indonesia dan perbankan. “Ini untuk mencegah terjadinya praktik peredaran uang palsu maupun penukaran dengan tarif yang tidak sesuai ketentuan,” kata Iqbal.





