DPRD Kota Padang Minta Perbaikan Pengelolaan Parkir Jelang Ramadan dan Idulfitri
Pengelolaan parkir di kawasan wisata Kota Padang menjadi fokus utama dari DPRD setempat, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Masalah parkir yang sering menimbulkan keluhan masyarakat dinilai berpotensi meningkat akibat lonjakan pengunjung dan perantau yang datang ke kota ini.
Komisi III DPRD Kota Padang menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai kondisi parkir di beberapa lokasi wisata. Hal ini menjadi perhatian khusus karena kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat signifikan selama masa mudik dan libur Lebaran. Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menjelaskan bahwa masalah parkir sering kali memicu ketidaknyamanan bagi pengunjung.
“Belakangan ini cukup banyak persoalan parkir, khususnya di kawasan wisata. Menghadapi Ramadan dan Lebaran, tentu kunjungan meningkat, perantau pulang kampung. Kami ingin ada rasa nyaman bagi pengunjung di spot-spot wisata Kota Padang,” ujar Helmi dalam rapat bersama mitra kerja.
Helmi menekankan pentingnya peningkatan pengawasan serta pelayanan parkir. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga memastikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan pengunjung. Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan meminta karcis resmi saat membayar retribusi parkir.
“Kalau tidak diberi tiket, minta tiketnya. Itu bagian dari edukasi juga. Dengan begitu pemerintah akan terbantu dalam pengawasan,” katanya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota dewan juga mengusulkan penerapan sistem portal di titik-titik tertentu jika penertiban parkir dinilai sulit dilakukan secara manual. Selain itu, DPRD mendorong optimalisasi tenaga outsourcing yang telah direkrut Dinas Perhubungan (Dishub) untuk meningkatkan pelayanan dan menekan praktik parkir liar.
“Kita sudah anggarkan untuk itu. Manfaatkan secara maksimal. Apa hasilnya, bagaimana outcome-nya, itu yang harus terlihat, apalagi menjelang Lebaran ini,” tegas Helmi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya siap memperketat pengawasan dan pembinaan juru parkir. Ia menyadari bahwa Kota Padang sebagai ibu kota provinsi akan menerima lonjukan kunjungan saat musim mudik.
“Kita tidak ingin mengecewakan masyarakat yang datang ke Kota Padang, terutama terkait penataan parkir yang sering menjadi sorotan. Kita akan lakukan pembinaan ulang, edukasi, dan kontrol lebih ketat,” kata Ances.

Ia menekankan pentingnya peran juru parkir sebagai garda terdepan pelayanan. Menurutnya, kesan pertama pengunjung terhadap Kota Padang kerap dimulai dari pengalaman saat memarkir kendaraan.
“Juru parkir ini ujung tombak. Sebelum orang menikmati wisata atau kuliner, mereka parkir dulu. Kalau di awal sudah kecewa, tentu akan berdampak ke sektor lain,” ujarnya.
Dishub, lanjut Ances, akan meminimalisir potensi kekecewaan pengunjung dengan memastikan tidak ada lagi parkir liar serta meningkatkan sikap pelayanan juru parkir.
“Kita ingin saat Lebaran nanti tidak ada lagi cerita-cerita viral yang membuat pengunjung kecewa. Penataan dan pengelolaan parkir harus lebih baik,” katanya.
DPRD dan Pemko Padang sepakat menjadikan pembenahan parkir sebagai prioritas menjelang Ramadan dan Idulfitri, demi menjaga citra Kota Padang sebagai kota jasa dan kota wisata.





