Momen Apel Pagi di Batang: Kepatuhan dan Integritas ASN
Di tengah suasana menjelang Hari Raya Idulfitri, apel pagi yang biasanya menjadi agenda rutin penyerahan SK kenaikan pangkat di halaman Kantor Bupati Batang, kali ini berubah menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen terhadap integritas para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penekanan pada Laporan Gratifikasi
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, secara tegas menyampaikan pesan penting kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia meminta agar setiap bentuk gratifikasi yang diterima selama momentum Lebaran dilaporkan secara transparan.
Menurutnya, laporan tersebut bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk perlindungan diri bagi ASN. “Manakala ada yang memberikan sesuatu, apakah itu barang ataupun uang, mohon untuk bisa dilaporkan ke UPG,” ujarnya dengan tegas.
Sri juga mengungkapkan harapan bahwa tidak ada pemberian yang terlewat, bukan karena ketidaktahuan, melainkan karena kesadaran untuk melaporkan. “Apakah memang tidak pernah dapat, Tetapi kalau ada, tolong dilaporkan. Atasan panjenengan melaporkan, kemudian diteruskan ke Inspektorat selaku koordinator UPG,” tambahnya.
Momentum Bahagia dan Tanggung Jawab
Momentum apel pagi ini juga menjadi hari bahagia bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta pegawai yang memperoleh kenaikan pangkat. Namun di balik euforia tersebut, Sri mengingatkan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar soal hak, tetapi juga tanggung jawab moral yang besar.
Ia menekankan bahwa sistem penilaian kinerja kini semakin transparan dan terukur. Semua lini, mulai dari pimpinan hingga staf, dipantau dan dievaluasi secara berkala. “Panjenengan dadi PNS, berarti duwe tanggung jawab lan kewajiban masing-masing. Semua sekarang dinilai kinerjanya,” ungkapnya.
Menghadapi Praktik Manipulasi Absensi
Sri juga secara terbuka menyentuh isu praktik manipulasi absensi. Dia mengaku sering berada dalam posisi sulit ketika harus memberikan penilaian kepada pegawai yang tidak disiplin. “Kalau ada yang ‘ndobol’ absen tapi hanya absen, saya harus menilainya bagaimana,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa integritas tidak hanya terkait dengan gratifikasi, tetapi juga kejujuran dalam hal-hal mendasar seperti kehadiran dan kinerja harian.
Ajakan untuk Menjaga Profesionalisme
Menutup arahannya, Sri mengajak seluruh ASN, baik PNS, P3K, maupun pegawai paruh waktu, untuk mensyukuri status sebagai abdi negara dengan meningkatkan kualitas kerja. Baginya, mempertahankan kinerja yang sudah baik adalah keharusan, sementara memperbaiki yang masih kurang adalah tanggung jawab bersama.
Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa menjelang Lebaran, komitmen terhadap integritas dan profesionalisme justru harus semakin diperkuat.





