Kondisi Jalan Jalinsum di Muara Enim Menjadi Perhatian Masyarakat
Masyarakat Muara Enim, khususnya pengguna jalan, mengeluhkan kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Muara Enim yang rusak dan berlubang. Masalah ini semakin menjadi perhatian menjelang lebaran Fitri 1447 H, di mana warga berharap perbaikan segera dilakukan agar keamanan dan kelancaran lalu lintas dapat terjaga.
Kondisi jalan yang rusak tersebut telah menjadi isu utama selama bertahun-tahun. Di ruas Muara Enim – Simpang Meo, banyak ditemukan lubang yang dalam dan sangat membahayakan pengendara. Bahkan, beberapa kendaraan mengalami kerusakan atau kecelakaan akibat jalan yang tidak rata.
Pada masa lalu, Jalinsum sering dilewati oleh angkutan batubara, sehingga kondisi jalan semakin parah. Namun, setelah larangan melintas angkutan batubara diberlakukan, situasi jalan relatif lancar dan udara lebih bersih. Meski demikian, kerusakan fisik pada jalan tetap menjadi ancaman nyata.
Beberapa titik jalan yang berada di wilayah Desa Keban Agung dan Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, serta Kecamatan Tanjung Agung dan Panang Enim, memiliki kondisi yang memprihatinkan. Jalan yang turunan atau menanjak serta berbelok tajam meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat musim hujan.
Oktavianus (50), seorang warga Muara Enim, menyampaikan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung bertahun-tahun. Ia menilai bahwa pemerintah seharusnya segera melakukan perbaikan karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat.
“Kerusakan sudah lama, sudah banyak yang celaka. Karena tidak kunjung diperbaiki kerusakannya tambah besar dan banyak, apalagi ketika dahulu angkutan batubara masih melintas jadi bertambah parah,” ujarnya.
Ia juga meminta kepada pemerintah pusat untuk segera memperbaiki jalan tersebut. “Kami minta kalau diperbaiki jangan hanya ditimbun dengan batu saja tetapi harus tuntas diaspal supaya agak tahan, kalau cuma ditimbun batu saja tidak lama rusak lagi,” harapnya.
Upaya Pemerintah Daerah dalam Memperbaiki Jalan Nasional
Bupati Muara Enim, Edison, beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan di Palembang. Dari hasil koordinasi tersebut, perbaikan jalan nasional di wilayah Kabupaten Muara Enim akan selesai paling lama H-10 sebelum hari raya Idul Fitri.
Tujuan dari perbaikan ini adalah untuk memastikan arus mudik berjalan lancar dan masyarakat tidak lagi terganggu oleh kondisi jalan yang membahayakan.
Menurut Bupati, sebagian besar jalan rusak di Muara Enim merupakan jalan nasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak dapat menggunakan APBD untuk memperbaikinya. Meskipun terbatas kewenangan, dirinya telah berkoordinasi dengan BBPJN Sumsel untuk memastikan penanganan segera dilakukan.
Bupati juga menyebutkan bahwa jalur nasional yang menghubungkan Muara Enim hingga perbatasan Baturaja, Ogan Komering Ulu, saat ini sedang dalam proses perbaikan. Begitu pula jalur Muara Enim menuju Simpang Belimbing yang tengah dikerjakan secara bertahap.
“Perbaikan jalan nasional di Muara Enim diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung mobilitas, keselamatan, serta kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Bupati.
Tantangan dan Harapan Masyarakat
Meski ada upaya perbaikan dari pemerintah, masyarakat tetap merasa khawatir terhadap kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih. Beberapa titik jalan masih membutuhkan perhatian lebih lanjut agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar perbaikan jalan tidak hanya dilakukan secara sementara, tetapi benar-benar tuntas agar tidak cepat rusak kembali.
Dengan adanya perbaikan jalan yang tepat, diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik dan meningkatkan keamanan serta kelancaran lalu lintas di wilayah Muara Enim.





