Mentan Dorong BRMP Tingkatkan Kemandirian Pangan Papua

Aa1xo4v4 2
Aa1xo4v4 2



CO.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dalam memperkuat kemandirian pangan di wilayah timur Indonesia. Fokus utamanya adalah enam provinsi di Tanah Papua, yaitu Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua. Tujuan utama dari langkah ini adalah meningkatkan produksi beras serta mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Amran menjelaskan bahwa penguatan BRMP akan dilakukan dengan fokus pada peningkatan luas tanam (LT) padi di wilayah tersebut. Selain itu, pengembangan komoditas strategis seperti kopi, kakao, dan tanaman lainnya juga menjadi bagian dari program ini. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan timur Indonesia.

Menurut Amran, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan teknologi dan modernisasi pertanian sangat penting untuk mewujudkan kemandirian pangan di Papua. “Kita ingin Papua mandiri pangan. Itu mimpi kita,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Pertanian memperkuat tata kelola dan efektivitas pelaksanaan program strategis melalui koordinasi terpusat di BRMP tingkat provinsi. Skema ini bertujuan memastikan seluruh operasional dan pengawasan program pertanian berjalan secara terintegrasi, terukur, dan akuntabel.

Amran menambahkan bahwa seluruh capaian dan penggunaan anggaran di wilayah harus terkoordinasi dengan baik melalui BRMP provinsi. Penilaian kinerja berbasis meritokrasi akan diterapkan, sehingga semua program tetap sesuai dengan target nasional. Penyuluh pertanian lapangan (PPL) secara operasional berada di bawah sistem koordinasi BRMP, sementara administrasi dikelola oleh BPPSDMP.

Seluruh persetujuan program dan penganggaran di wilayah juga harus melalui mekanisme koordinasi BRMP provinsi sebelum diajukan ke tingkat pusat. “Kita ingin pertanian terhormat. Kolaborasi dengan gubernur dan bupati harus berjalan kuat dan setara,” ujar Amran.

Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan, beberapa langkah strategis telah direncanakan, antara lain:

  • Peningkatan luas tanam padi di enam provinsi Papua.
  • Pengembangan komoditas strategis seperti kopi dan kakao.
  • Penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
  • Penerapan sistem koordinasi terpusat melalui BRMP provinsi.
  • Penilaian kinerja berbasis meritokrasi untuk memastikan keberlanjutan program.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua program pertanian berjalan secara transparan dan akuntabel. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.



Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat dan mandiri. Dengan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia, khususnya di Papua.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dukungan teknologi dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung program ini. Hal ini termasuk pelatihan bagi petani, penyediaan benih unggul, serta akses ke pasar yang lebih luas.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kemandirian pangan di Papua dapat tercapai dalam waktu dekat. Ini akan menjadi fondasi penting untuk membangun ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Pos terkait