Menteri Agama: Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN Jadi Pusat Keagamaan Nasional

Aa1wpdjt 1
Aa1wpdjt 1

Peran Strategis Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan bahwa Masjid Istiqlal di Jakarta dan Masjid Negara IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, merupakan masjid kembar. Menurutnya, kedua masjid tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama.

“Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN adalah masjid kembar. Ilmu apapun yang diterima di Masjid Istiqlal sama yang diterima di Masjid Negara IKN,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat berkunjung ke IKN, Minggu (22/2).

Ia menekankan bahwa kehadiran Masjid Negara IKN sebagai langkah awal untuk membangun sinergi pengelolaan antara dua masjid besar ini. Menurutnya, Kementerian Agama akan menghadirkan berbagai program yang dirancang khusus untuk masyarakat Kalimantan Timur. Salah satunya adalah beasiswa pendidikan kader ulama yang ditujukan bagi masyarakat setempat.

Selain itu, ada juga program penayangan kajian keagamaan yang disiarkan secara langsung dan terhubung antara Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN. Program ini akan dilakukan secara bergantian, dengan kajian yang disiarkan dari Jakarta maupun IKN.

Pendidikan dan Pembinaan Umat

Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa pendidikan kader ulama Indonesia bagian timur akan dilaksanakan di Masjid Negara IKN, sementara Indonesia bagian barat akan dipusatkan di Masjid Istiqlal. Hal ini bertujuan untuk memastikan kesetaraan dalam penguasaan ilmu keagamaan di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, program kajian keagamaan akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembentukan peradaban baru di IKN. Dengan adanya masjid ini, IKN diharapkan menjadi tempat yang mampu memperkuat toleransi antarumat beragama dalam satu kawasan.

Kegiatan di IKN

Selama kunjungannya, Menag Nasaruddin melakukan beberapa kegiatan penting di IKN. Di antaranya adalah penanaman pohon, buka puasa bersama, serta penyerahan bantuan mushaf Al Quran kepada sejumlah pemangku kepentingan. Selain itu, ia juga memberikan dua ton kurma sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat setempat.

Kunjungan Menag Nasaruddin tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial dan keagamaan. Ia juga melakukan kunjungan ke Istana Negara dan sejumlah lokasi lainnya di IKN. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan IKN sebagai kota yang maju secara fisik dan spiritual.

Masjid sebagai Rumah Besar Umat

Menag Nasaruddin menekankan bahwa masjid memiliki peran strategis yang melebihi fungsi sebagai tempat ibadah. Menurutnya, masjid adalah pusat pemberdayaan dan pembinaan umat, serta simbol pemersatu umat. Masjid juga menjadi rumah besar bagi kemanusiaan yang mampu menciptakan harmoni antarumat beragama.

Keberadaan Masjid Negara IKN diharapkan dapat menjadi pusat dan ruang pembelajaran spiritual yang terbuka bagi masyarakat. Dengan demikian, IKN tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga menjadi kota yang dicintai dan dirindukan oleh masyarakat.

Pos terkait