
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kekhawatiran terkait tingginya angka kematian anak akibat campak di Indonesia. Ia menilai masih banyak orang tua yang kurang memahami bahwa penyakit ini bisa berujung pada kematian dan sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
“Benar, masih cukup banyak ibu dan ayah yang belum paham bahwa campak bisa mematikan,” ujar Budi saat dihubungi.
Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus campak di Tanah Air. Akibatnya, penyakit yang seharusnya bisa dicegah ini terus menular dan menimbulkan korban jiwa, terutama pada anak-anak.
“Dan (campak) bisa dicegah dengan vaksin,” tambahnya.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI periode 2025–2026, tercatat sebanyak 72 anak di Indonesia meninggal dunia akibat campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular melalui udara, seperti percikan batuk atau bersin.
Campak memiliki risiko yang sangat tinggi karena dapat memicu komplikasi serius, mulai dari gagal napas akibat radang paru-paru, kejang akibat radang otak, hingga dehidrasi berat yang berujung pada kematian.
Kasus campak di Indonesia masih meningkat belakangan ini, terlebih setelah pemerintah Australia mengumumkan dua warga negaranya yang terkena campak usai bepergian dari Indonesia. Hal ini membuat perhatian masyarakat kembali meningkat terhadap penyakit ini.
Berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Kemenkes, peningkatan kasus campak di Indonesia disebabkan oleh penurunan cakupan imunisasi. Beberapa wilayah sempat mencatatkan kejadian luar biasa (KLB).
Campak adalah penyakit infeksi saluran napas yang disebabkan oleh morbillivirus. Satu orang yang sakit bisa menularkan hingga 18 orang.
Penyakit ini bisa menyebabkan kondisi yang sangat berat, seperti sesak napas akibat radang, kejang akibat radang otak, dehidrasi akibat diare, kerusakan otak progresif seperti panensefalitis sklerosis subakut, hingga kematian.
Untuk mencegah penyakit ini, vaksin MR (Measles-Rubella) menjadi solusi yang efektif. Vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membangun kekebalan komunitas. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih sadar akan manfaat vaksinasi dan menjalani program imunisasi secara teratur.
- Peningkatan kasus campak menunjukkan perlunya edukasi yang lebih luas tentang penyakit ini.
- Masyarakat perlu memahami bahwa campak bukanlah penyakit ringan yang bisa diabaikan.
- Vaksinasi menjadi langkah paling efektif dalam mencegah penyebaran penyakit.
- Pemerintah dan lembaga kesehatan perlu meningkatkan kampanye vaksinasi, terutama di daerah-daerah yang cakupannya masih rendah.
- Orang tua harus lebih waspada dan tidak ragu untuk memberikan vaksin kepada anak-anak mereka.



