Menteri KKP Trenggono Kunjungi Kampung Nelayan Merah Putih Sulamo

Momen Menteri Wahyu Trenggono Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih Kkp 1761550783479 169 2
Momen Menteri Wahyu Trenggono Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih Kkp 1761550783479 169 2

Peninjauan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terhadap Kampung Nelayan Merah Putih di Sulamu

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Peninjauan ini dilakukan pada Rabu (25/02/2026), menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Trenggono didampingi oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan.

Menteri Trenggono menyatakan bahwa KNMP Sulamu telah rampung 100 persen secara fisik dan siap diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih untuk dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Ia mengungkapkan rasa syukur atas selesainya proyek ini dan berharap dapat segera dimanfaatkan oleh warga setempat.

“Alhamdulillah sudah selesai. Dalam waktu dekat, insya Allah bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujar Sakti Wahyu Trenggono.

KNMP Sulamu merupakan salah satu proyek tahap pertama yang dituntaskan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem ekonomi pesisir terpadu, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung seperti tambatan perahu, gudang beku portabel berkapasitas 41.500 VA, pabrik es portabel berkapasitas 23.000 VA, serta fasilitas rantai dingin terintegrasi.

Untuk memastikan operasional fasilitas tersebut berjalan optimal, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur memberikan dukungan kelistrikan yang andal. General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono menegaskan komitmen penuh PLN dalam mendukung kelistrikan bagi fasilitas strategis seperti KNMP Sulamu, terutama selama bulan suci Ramadhan.

“PLN memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung seluruh fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih Sulamu. Terlebih di bulan suci Ramadhan, ketika kebutuhan masyarakat meningkat, kami menyiapkan langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan agar operasional fasilitas ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan nelayan,” jelas Eko Sulistyono.

Secara nasional, PLN menyiagakan 69 ribu personel dan 3.403 posko siaga selama periode Siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) pada 13–28 Maret 2026 untuk menjaga kestabilan pasokan listrik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah, fasilitas umum, dan kawasan ekonomi masyarakat.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Provinsi NTT. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pak Menteri dan rombongan yang telah memberi perhatian bagi provinsi tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Menteri dan rombongan yang sudah memberi perhatian bagi Provinsi NTT. Ini merupakan berkat bagi kami. Atensi dan dukungan Pak Menteri ke Provinsi NTT terkait proyek-proyek strategis nasional yang dibangun di NTT dengan nilai yang luar biasa, salah satunya Kampung Nelayan di Sulamu, Kabupaten Kupang,” ungkap Johni Asadoma.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menegaskan bahwa kehadiran program Kementerian Kelautan dan Perikanan di NTT diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan.

“Kita apresiasi sekali semua program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang masuk ke NTT. Mudah-mudahan dengan pembangunan industri nantinya bisa mengurangi angka pengangguran di NTT. Dengan adanya industri di NTT maka akan berdampak juga mengurangi angka kemiskinan, karena akan dibukanya banyak lapangan pekerjaan untuk kita di NTT,” jelas Ahmad Yohan.

Masyarakat nelayan Desa Sulamu menyambut antusias kehadiran fasilitas KNMP yang dilengkapi pasokan listrik andal dari PLN. Fasilitas gudang beku dan pabrik es yang beroperasi dengan dukungan listrik PLN dinilai sangat membantu nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan serta meningkatkan nilai jual ikan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya fasilitas ini. Selama ini hasil tangkapan kami sering turun kualitasnya karena keterbatasan penyimpanan. Dengan adanya gudang beku dan pabrik es yang didukung listrik PLN, kami yakin kesejahteraan nelayan di Sulamu akan semakin meningkat,” ungkap Mahmud, salah seorang nelayan Desa Sulamu.

Kehadiran PLN dalam mendukung kelistrikan KNMP Sulamu merupakan wujud nyata komitmen PLN hadir untuk negeri, tidak hanya menyalakan lampu di rumah-rumah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir. Di Provinsi NTT, PLN terus memperluas akses kelistrikan dengan capaian rasio elektrifikasi sebesar 89,12 persen per Maret 2025 dan menargetkan 99,99 persen pada tahun 2028.

Melalui berbagai program, termasuk dukungan kelistrikan bagi fasilitas ekonomi masyarakat seperti KNMP Sulamu, PLN menegaskan perannya sebagai penggerak pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah NTT, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini.

Pos terkait