Malang — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor beras dari Amerika Serikat (AS). Ia menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada impor beras sama sekali dari negara tersebut.
“Impor ton nol. Enggak ada (impor dari AS), enggak ada ya,” ujarnya saat berada di Kota Malang dalam rangka kunjungan kerjanya pada Selasa (24/2/2026).
Pernyataan ini diberikan sebagai respons terhadap pemberitaan yang menyebut bahwa dalam perjanjian tarif resiprokal antara AS dan Indonesia, pemerintah setuju untuk mengimpor sejumlah beras dan ayam dari Amerika Serikat. Namun, Zulkifli Hasan memastikan bahwa hal itu tidak benar.
Ia menekankan bahwa justru Indonesia lebih fokus pada ekspor beras, bukan impor. “Enggak ada impor beras satu butir pun,” katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengekspor beras ke Arab Saudi. Ekspor perdana beras tersebut akan dilakukan pada 28 Februari 2026.
“Jadi tanggal 28 kita akan ekspor beras ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton,” ujarnya.
Dengan adanya ekspor beras tersebut, Zulkifli Hasan menilai bahwa stok beras di dalam negeri dalam kondisi aman. Hal ini menjadi indikasi bahwa pasokan beras dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Beberapa poin penting terkait kebijakan beras dan hubungan dagang dengan AS adalah sebagai berikut:
- Pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada impor beras dari Amerika Serikat.
- Justru Indonesia berkomitmen untuk mengekspor beras ke negara-negara lain seperti Arab Saudi.
- Ekspor perdana beras ke Arab Saudi akan dilakukan pada 28 Februari 2026 dengan volume 2.280 ton.
- Kebijakan ini menunjukkan bahwa stok beras dalam negeri cukup aman dan stabil.
Dengan demikian, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan beras terus berfokus pada stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar domestik.





