Menteri Pertahanan AS: Tidak Ada Rencana Operasi Darat ke Iran

Aa1xrkux 2
Aa1xrkux 2



Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, menggelar konferensi pers di Pentagon pada Senin (2/3). Dalam kesempatan tersebut, ia menjawab berbagai pertanyaan terkait kemungkinan operasi darat di Iran.

Hegseth menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan detail spesifik tentang apa yang akan atau tidak akan dilakukan. Namun, ia menyatakan bahwa AS akan mengambil langkah-langkah sejauh yang diperlukan untuk memastikan keamanan negara.

“Kami tidak akan menjelaskan, apa yang akan atau tidak kami lakukan, tapi kami akan mengambil langkah sejauh apa pun yang kami perlukan,” ujar Hegseth, seperti dikutip dari akun YouTube Kementerian Pertahanan AS.

Selain itu, Hegseth juga menyebut bahwa perang bisa berlangsung selama beberapa pekan. Ia menjelaskan bahwa durasi perang bisa bervariasi, mulai dari empat hingga enam pekan, bahkan bisa lebih lama atau lebih cepat.

“Ya mungkin saja empat pekan, enam pekan, bisa lebih lama, bisa lebih cepat,” kata Hegseth.

Lebih lanjut, Hegseth menekankan bahwa operasi di Iran akan berbeda dengan operasi-operasi AS di Irak atau Afghanistan. Ia menegaskan bahwa tujuan operasi kali ini bukan untuk menegakkan demokrasi di Iran.

“Tidak ada aturan pelibatan, tidak ada upaya pembangunan suatu bangsa, tidak ada rencana penegakkan demokrasi, atau perang yang benar secara politis. Kami bertempur untuk menang, dan kami tak akan buang waktu atau nyawa,” ucap Hegseth.



Hegseth juga menyoroti perbedaan antara operasi di Iran dengan operasi di Irak dan Afghanistan. Ia menilai bahwa operasi di Iran tidak akan berlarut-larut seperti yang terjadi di wilayah-wilayah lain.

“Ini bukan Irak, ini tidak berlarut-larut. Generasi kita kini sudah lebih paham, termasuk presiden kita. 20 tahun perang atas alasan pembangunan bangsa itu omong kosong, dan saya rasa itu benar,” ujar Hegseth.

Sementara itu, Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS, menyampaikan bahwa AS telah mencapai superioritas udara di atas Iran.

“Kita telah mencapai superioritas udara. Tentu hal tersebut tidak hanya melindungi pasukan kita, tapi juga terus melakukan misi-misi dari atas Iran,” kata Caine.

Dalam konferensi pers tersebut, Hegseth dan Caine memberikan gambaran bahwa AS siap menghadapi situasi apapun yang muncul di kawasan Timur Tengah. Mereka menegaskan bahwa strategi yang digunakan akan disesuaikan dengan kondisi terkini, serta tetap fokus pada tujuan utama yaitu memastikan keamanan nasional.

Selain itu, mereka juga menunjukkan bahwa militer AS memiliki kemampuan yang cukup untuk menghadapi ancaman yang mungkin muncul dari Iran. Dengan pengalaman dari berbagai operasi sebelumnya, pihak militer AS percaya diri dalam mengambil tindakan yang diperlukan.

Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa AS sedang mempersiapkan diri untuk berbagai skenario yang mungkin terjadi. Meski belum ada kepastian tentang tindakan konkret yang akan diambil, namun jelas bahwa pihak militer AS bersiap untuk menghadapi tantangan apapun.

Pos terkait